Mappacci, Tradisi Adat Bugis Penuh Makna Jelang Pernikahan

Wamanews.id, 20 September – Video prosesi adat Mappacci yang dijalani penyanyi Feby Putri sebelum akad nikah dengan Adam Febrian, Minggu (14/9/2025), viral di media sosial. Banyak warganet penasaran, sebenarnya apa itu Mappacci dan apa maknanya dalam tradisi Bugis?
Dalam prosesi tersebut, Feby tampak haru hingga beberapa kali menyeka air mata dengan tisu. Momen itu menambah kesan mendalam pada ritual sakral yang menjadi salah satu rangkaian pernikahan adat Bugis.
Makna Tradisi Mappacci
Secara bahasa, kata Mappacci atau Mappaccing berasal dari istilah paccing yang berarti bersih. Tujuannya adalah membersihkan diri dari segala hal yang dapat menghambat pernikahan.
Prosesi ini diikuti oleh pengantin laki-laki dan perempuan di rumah masing-masing pada malam hari atau sehari sebelum akad, yang dalam praktik disebut juga Tudang Penni. Calon pengantin duduk di suatu tempat dengan orang tua di sisi kiri dan kanan, sementara upacara pengambilan pacci atau Mallekepacci biasanya dilaksanakan lebih dulu pada sore hari di rumah tertentu.
Simbol dan Peralatan Mappacci
Pada zaman dahulu, upacara ini dilakukan selama tiga malam berturut-turut di kalangan bangsawan, namun kini cukup satu malam sebelum pernikahan.
Prosesi Mappacci sarat simbol dan menggunakan tujuh macam peralatan, antara lain:
- Bantal (angkaluneng) – alas kepala sebagai simbol harkat dan kehormatan.
- Sarung sutera (lipa sabbe) – penutup badan pengantin.
- Pohon pisang – daunnya sebagai lambang kehidupan yang berkembang.
- Daun nangka – dihubungkan dengan harapan bagi pengantin.
- Lilin – obor penerang untuk perjalanan pengantin.
- Benno (berondong beras) – dihamburkan ke badan calon pengantin.
- Daun pacci – menyimbolkan kebersihan dan kesucian.
Ritus Penting dalam Pernikahan Bugis
Mengutip Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra (Vol. 7, No. 2, 2021), Mappacci bukan sekadar ritual adat, tetapi juga warisan nilai moral dan spiritual bagi calon pengantin. Ritual ini bertujuan menyucikan diri, menanamkan kesucian, serta mempersiapkan pengantin menghadapi rumah tangga baru.
Nurman Kholis, peneliti PR KKP BRIN, menegaskan, “Mappacci menjadi simbol kesiapan lahir dan batin calon pengantin menghadapi kehidupan baru sebagai pasangan suami istri.”
Mappacci juga melibatkan doa, nasihat, dan simbol-simbol tradisional yang menjaga kelangsungan adat Bugis, sekaligus memperkuat makna spiritual dan emosional bagi pengantin sebelum mengarungi kehidupan pernikahan.







