Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Wajo

Wajo Kobarkan Semangat “Perang Melawan Sampah”: Kolaborasi TNI, Pemda, dan Rakyat

Wamanews.id, 6 Februari 2026 – Persoalan sampah bukan lagi sekadar masalah estetika lingkungan, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan dan keselamatan publik. Menyadari hal tersebut, Kabupaten Wajo mengambil langkah proaktif melalui sebuah gerakan masif bertajuk “Wajo Perang Melawan Sampah”.

Pada Jumat pagi (6/2/2026), suasana di Kecamatan Tempe, khususnya di pusat Kota Sengkang, tampak berbeda. Ratusan personel gabungan dari unsur TNI, Pemerintah Daerah, Polri, hingga para pelajar berkumpul bukan untuk latihan militer, melainkan untuk menyerbu tumpukan sampah dan saluran air yang tersumbat. Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi lintas sektor adalah kunci dalam menghadapi tantangan lingkungan di tahun 2026.

Gerakan ini bukanlah aksi spontan tanpa dasar. Kegiatan kerja bakti gabungan ini merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Presiden Republik Indonesia yang telah menetapkan status Darurat Sampah secara nasional. Di tengah kompleksitas perubahan iklim dan pertumbuhan penduduk, pengelolaan limbah menjadi prioritas strategis pemerintah pusat hingga daerah.

Pemerintah Kabupaten Wajo bersama Kodim 1406/Wajo merespons cepat instruksi tersebut dengan mengoordinasikan seluruh elemen kekuatan yang ada. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa Kabupaten Wajo tidak hanya menjadi penonton dalam isu lingkungan nasional, tetapi menjadi garda terdepan dalam aksi pembersihan wilayah.

Kekuatan utama dari gerakan “Perang Melawan Sampah” ini terletak pada keberagaman pesertanya. Terlihat harmonisasi antara aparat penegak hukum, birokrasi, dan masyarakat sipil. Beberapa pejabat dan tokoh penting yang turun langsung ke lapangan di antaranya:

  • Askar (Kasdim 1406/Wajo)
  • Andi Hasanuddin (Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo)
  • Erwin (Staf Kejaksaan Negeri Wajo)
  • Auliya (Pasi Ter Kodim 1406/Wajo)
  • Tabrani (Fungsional Ahli Muda Satpol PP)
  • Rayatussalam (Kepala UPTD SMP Negeri 2 Wajo)

Kehadiran para pelajar dari SMP Negeri 2 Wajo memberikan warna tersendiri. Pelibatan generasi muda ini dimaksudkan sebagai sarana edukasi lapangan agar nilai-nilai kebersihan tertanam sejak dini.

Dalam arahannya saat apel sebelum pelaksanaan, Kasdim 1406/Wajo, Mayor Inf Askar, menekankan bahwa “peperangan” kali ini tidak menggunakan senjata api, melainkan sapu, cangkul, dan semangat gotong royong.

“Gerakan ini adalah bagian dari komitmen bersama untuk memerangi persoalan sampah sepanjang tahun 2026. Kami mengapresiasi partisipasi seluruh pihak, namun tetap ingat untuk menjaga kedisiplinan dan keselamatan selama bekerja,” tegas Mayor Inf Askar.

Adapun sasaran utama kerja bakti kali ini meliputi:

  1. Pembersihan Fasilitas Umum: Menghilangkan rumput liar dan sampah plastik yang mengotori area publik di Kota Sengkang.
  2. Normalisasi Saluran Air: Membersihkan sedimen dan sampah di selokan guna mencegah genangan air. Langkah ini sangat krusial sebagai deteksi dini pencegahan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang menjadi pemicu penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Wajo, Andi Hasanuddin, menambahkan bahwa gerakan ini diharapkan memberikan efek domino jangka panjang. Target utamanya bukan hanya lingkungan yang bersih hari ini, melainkan perubahan perilaku kolektif masyarakat.

“Kita ingin menjadikan kebersihan sebagai bagian dari budaya hidup sehari-hari. Jika lingkungan bersih, kualitas hidup masyarakat Wajo secara otomatis akan meningkat,” ujarnya.

Melalui gerakan Wajo Perang Melawan Sampah, Pemerintah Kabupaten Wajo dan Kodim 1406/Wajo optimis dapat mewujudkan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Dengan berakhirnya aksi ini, diharapkan Kota Sengkang dapat menjadi role model bagi kecamatan lain di Wajo dalam hal kemandirian pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan. 

Penulis

Related Articles

Back to top button