Wabup Wajo Buka Musrenbang RPJMD 2025: Ajak Semua Pihak Wujudkan Wajo Maradeka!

Wamanews.id, 27 Mei 2025 – Pemerintah Kabupaten Wajo memulai langkah strategis menuju pembangunan jangka menengah tahun 2025 dengan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 26 Mei 2025di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Wajo, dr. H. Baso Rahmanuddin.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menekankan pentingnya Musrenbang RPJMD sebagai ruang penajaman dan penyelarasan arah pembangunan daerah yang dirancang untuk lima tahun ke depan. Ia menegaskan bahwa forum ini menjadi fondasi dalam menentukan strategi, tujuan, serta kebijakan pembangunan untuk mencapai visi “Wajo Maradeka”.
“Musrenbang RPJMD hari ini merupakan forum strategis untuk menyempurnakan rancangan awal RPJMD yang telah kita susun bersama. Saya berharap semua pihak hadir dengan semangat kolaboratif,” ungkap Wabup.
Dalam kegiatan tersebut, Wabup Baso Rahmanuddin memaparkan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Wajo untuk periode mendatang. Visi besar tersebut terangkum dalam istilah “Wajo Maradeka”, yang merupakan akronim dari Maju, Religius, Bermartabat, Terdepan, dan Berkeadilan.
Ia juga menjelaskan bahwa visi ini akan dijalankan melalui empat misi utama dan delapan program unggulan, yang disusun secara konkret berdasarkan kebutuhan masyarakat serta potensi daerah.
“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan baik perangkat daerah, tokoh masyarakat, akademisi, hingga mitra pembangunan untuk bersinergi demi mewujudkan Wajo yang lebih baik,” tegasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan OPD, DPRD, serta stakeholder terkait. Kepala Bappeda Wajo, Andi Pallawarukka, dalam laporannya menjelaskan bahwa Musrenbang RPJMD adalah tahapan penting setelah persetujuan bersama dengan DPRD dan konsultasi substansi dengan pemerintah provinsi.
Menurutnya, Musrenbang bukan hanya forum diskusi, tapi juga momentum pembagian tugas kepada perangkat daerah untuk lima tahun mendatang.
Artinya, apa yang dihasilkan dalam Musrenbang akan menjadi panduan kerja setiap instansi daerah dalam memenuhi ekspektasi pimpinan dan masyarakat.
“RPJMD bukan sekadar dokumen, tapi kontrak kerja antara pemerintah dengan rakyat. Oleh karena itu, setiap OPD wajib memahami perannya secara menyeluruh,” ujar Andi Pallawarukka.
Selain sebagai forum penajaman program, Musrenbang RPJMD 2025 juga menjadi sarana menyatukan pemikiran lintas sektor. Wakil Bupati berharap setiap masukan dari forum ini dapat memperkuat RPJMD dan menjadikannya sebagai landasan kuat untuk kemajuan daerah.
Ia menekankan bahwa pembangunan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah semata. Dukungan dari masyarakat dan seluruh elemen pembangunan adalah kunci utama keberhasilan visi besar “Wajo Maradeka”.
“Sinergi dan kolaborasi adalah kunci. Tanpa itu, sehebat apapun program yang dirancang tidak akan maksimal. Mari kita wujudkan Wajo yang benar-benar merdeka dalam segala aspek,” tutupnya.







