Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Wajo

Wajo Jadi Tuan Rumah MQKN: Bupati Andi Rosman Pangkas Anggaran Seremonial 50% untuk Pembangunan

Wamanews.id, 16 Agustus 2025 – Bupati Wajo, Andi Rosman mengambil langkah berani dan strategis dalam mengelola anggaran daerah. Dalam rapat paripurna persetujuan bersama Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) di Gedung DPRD Wajo, Jumat (15/8/2025), ia memaparkan kebijakan yang tidak populer namun vital: pemotongan anggaran seremonial hingga 50 persen. 

Langkah ini diambil sebagai respons atas pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat, sekaligus sebagai komitmen untuk memprioritaskan pembangunan dan persiapan Wajo sebagai tuan rumah Musabaqah Qiraatil Kutub Nasional (MQKN) dan Internasional (MQKI) tahun 2025.

Rapat paripurna ini menjadi tonggak penting dalam perumusan kebijakan fiskal daerah, terutama setelah adanya penyesuaian dari pusat. Bupati Andi Rosman menekankan pentingnya alokasi anggaran yang bijak. 

“Melalui hasil dari evaluasi yang cermat dan analisis mendalam, diharapkan anggaran dialokasikan sumber daya dengan bijak, memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan akan memberikan dampak positif yang maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Bupati Andi Rosman menjelaskan bahwa Wajo menghadapi pengurangan dana transfer yang signifikan dari pusat. Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2025, total dana transfer dari pusat ke Wajo berkurang sebesar Rp 88,8 miliar lebih. 

Pengurangan ini terjadi di berbagai sektor, termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik bidang Jalan sebesar Rp 33,8 miliar lebih, DAK Fisik Bidang Irigasi sebesar Rp 1,9 miliar lebih, serta DAK tematik dan Dana Alokasi Umum (DAU) untuk Pekerjaan Umum.

Untuk menyiasati defisit anggaran tersebut, Pemerintah Daerah Wajo akan melakukan efisiensi besar-besaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. 

Kebijakan ini meliputi pembatasan belanja kegiatan yang bersifat seremonial, kajian, studi banding, percetakan, publikasi, dan seminar. Poin yang paling menonjol adalah pengurangan seluruh belanja perjalanan dinas sebesar 50 persen. Selain itu, belanja honorarium juga akan dibatasi.

Andi Rosman menegaskan bahwa hasil dari efisiensi ini akan dialokasikan kembali ke bidang-bidang yang menjadi prioritas utama. “Hasil efisiensi ini digunakan untuk bidang pendidikan, bidang kesehatan, infrastruktur dan sanitasi, optimalisasi penanganan dan pengendalian inflasi, stabilitas harga makanan dan minuman, penyediaan cadangan pangan, dan prioritas lainnya yang berorientasi pada penciptaan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi,” paparnya.

Yang menarik, di tengah kebijakan efisiensi ini, Wajo tetap berkomitmen penuh untuk menjadi tuan rumah Musabaqah Qiraatil Kutub Nasional (MQKN) ke-VIII dan Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional (MQKI) ke-I pada tahun 2025. 

Penunjukan Wajo sebagai tuan rumah ini menjadi salah satu dari empat catatan penting yang diprioritaskan dalam anggaran. Komitmen ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah memandang MQKN dan MQKI bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan agenda penting yang akan membawa nama Wajo ke kancah nasional dan internasional.

Bupati mengakhiri pidatonya dengan mengajak semua pihak untuk bekerja sama. “Anggaran tersebut hanyalah alat pelaksana program. Paling penting adalah pelaksanaan yang tepat dan efisien. 

Saya mengajak semua pihak yang terlibat untuk bekerja sama dengan sungguh-sungguh dalam menjalankan program yang telah dianggarkan,” tutupnya, menandaskan bahwa keberhasilan pembangunan Wajo sangat bergantung pada kerja keras dan komitmen bersama.

Penulis

Related Articles

Back to top button