Viral Video Diduga Prajurit TNI Kesulitan Membaca di Bone, Publik Soroti Proses Rekrutmen

Wamanews.id, 2 November 2026 – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria berseragam loreng TNI tengah belajar mengeja tulisan viral di media sosial dan menjadi perbincangan publik.
Peristiwa dalam rekaman tersebut disebut terjadi di wilayah Poleonro, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Berdasarkan penanda waktu yang tertera di video, rekaman itu diambil pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Dalam video, terlihat seorang pria berseragam loreng duduk di depan sebuah meja dengan buku terbuka di atasnya. Seorang pria lain yang juga berseragam berdiri di sampingnya sambil menunjuk tulisan di dalam buku tersebut.
Pria yang duduk itu tampak kesulitan membaca dan mengeja tulisan demi tulisan dengan terbata-bata. Ia beberapa kali berhenti dan terlihat dibantu oleh orang-orang di sekitarnya untuk melanjutkan bacaan.
Buku yang digunakan dalam rekaman itu pun menjadi sorotan. Dari tampilan fisiknya, buku tersebut diduga menyerupai buku pembelajaran dasar untuk anak usia dini atau taman kanak-kanak, yang biasa digunakan untuk belajar mengenal huruf dan mengeja suku kata.
Narasi yang beredar bersama video tersebut menyebutkan bahwa pria itu merupakan oknum prajurit TNI yang lolos seleksi meski tidak lancar membaca, hingga membuat komandannya terkejut. Namun narasi tersebut hingga kini belum dapat dipastikan kebenarannya.
Rekaman itu dengan cepat menyebar dan memicu beragam reaksi dari warganet. Sebagian mempertanyakan standar kemampuan dasar dalam proses rekrutmen prajurit, sementara sebagian lainnya meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum ada penjelasan resmi.
Hingga Minggu, 2 November 2026, belum ada keterangan resmi dari institusi TNI terkait identitas pria yang ada dalam video tersebut. Belum ada kepastian apakah yang bersangkutan merupakan prajurit aktif, calon prajurit, atau warga sipil yang menggunakan atribut militer.
Konteks dari kegiatan yang terekam juga belum diketahui secara pasti. Belum dapat dipastikan apakah video tersebut merupakan bagian dari program pembinaan, program pemberantasan buta aksara di lingkungan satuan, atau kegiatan lainnya.
Oleh karena itu, informasi terkait dugaan anggota TNI yang tidak bisa membaca namun lolos menjadi prajurit masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Publik diimbau untuk menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan disinformasi.







