Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Tak Main-Main 844 Perusahaan BUMN Kini Dikuasai Danantara, Nilai Aset Tembus Langit

Wamanews.id, 29 April 2025 – Sejarah baru tercipta dalam perjalanan ekonomi Indonesia. Sebanyak 844 perusahaan BUMN, termasuk anak usaha, cucu, hingga cicit perusahaan, kini resmi bernaung di bawah satu entitas superholding baru, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Kepala BPI Danantara, Rosan P. Roeslani, mengumumkan kabar ini dalam forum akbar di JCC Senayan pada Senin (28/4/2025). Menurutnya, konsolidasi besar-besaran ini efektif berlaku sejak 21 Maret 2025, hanya berselang satu bulan dari peluncuran resmi oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Ini bukan sekadar pengumpulan angka. Ini langkah menyatukan kekuatan ekonomi bangsa, memadukan potensi tersebar yang selama ini tercecer,” tegas Rosan dalam pidatonya yang penuh semangat.

Danantara tidak hanya mengakuisisi perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT), tetapi juga Perusahaan Umum (Perum) yang memiliki peran vital dalam pelayanan publik. Ini menunjukkan bahwa konsolidasi bukan sekadar langkah administratif, melainkan strategi serius untuk mengubah aset negara menjadi mesin produktivitas dan pertumbuhan berkelanjutan.

Sejak pengambilalihan, Danantara langsung bergerak cepat melakukan penataan struktur, memetakan ulang aset, dan menyiapkan program optimalisasi di berbagai sektor strategis.

Tak berhenti di 844 perusahaan, Rosan juga membeberkan rencana ambisius berikutnya: pengelolaan kawasan Gelora Bung Karno (GBK), salah satu mahakarya nasional yang sebelumnya dikelola oleh Kementerian Sekretariat Negara.

GBK, dengan nilai taksiran mencapai US$25 miliar delapan tahun lalu, akan dikembangkan menjadi aset produktif yang menghasilkan return of asset dan return of investment riil, bukan sekadar kawasan prestisius tanpa nilai ekonomi.

“Kami akan merancangnya dengan matang. GBK harus menjadi aset yang bekerja, bukan sekadar monumen,” kata Rosan penuh optimisme.

Mengenai nilai keseluruhan aset yang kini dikelola Danantara, Rosan mengungkapkan angka awal sebesar US$900 miliar. Namun, ia memastikan jumlah itu hanya permulaan.

Seiring bergulirnya waktu dan bertambahnya pengelolaan atas aset strategis baru, total valuasi diperkirakan akan terus meningkat signifikan, memperkuat posisi keuangan negara.

“Segala yang tersebar kini kami satukan. Bukan hanya untuk dimiliki, tapi untuk dihidupkan kembali, untuk kemakmuran negeri ini,” ujarnya menutup pernyataan.

Apa yang dilakukan Danantara diposisikan sebagai implementasi nyata dari Pasal 33 UUD 1945, yang mengamanatkan bahwa kekayaan negara harus digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

Konsolidasi 844 perusahaan ini adalah cerminan konkret dari tekad membangun Indonesia yang lebih adil, lebih kuat, dan lebih makmur.

Seiring berjalannya waktu, publik menantikan bagaimana langkah ambisius Danantara ini akan mengubah wajah ekonomi Indonesia di masa depan.

Penulis

Related Articles

Back to top button