Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Wajo

Wujudkan Indonesia Emas 2045: Bupati Wajo dan Forkopimda Siap Eksekusi Instruksi Presiden Prabowo 

Wamanews.id, 4 Februari 2026 – Pemerintah Kabupaten Wajo menunjukkan komitmen kuatnya dalam mengawal transisi pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045. Hal ini ditegaskan dengan kehadiran langsung Bupati Wajo, Andi Rosman bersama jajaran pimpinan daerah dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pusat–Daerah Tahun 2026.

Acara bergengsi yang mempertemukan seluruh pengambil kebijakan se-Indonesia ini digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/2/2026). Rakornas ini menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan gerak langkah pemerintah daerah dengan visi besar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Tidak hanya Bupati, delegasi Kabupaten Wajo hadir dalam formasi lengkap guna memastikan sinergi lintas sektoral di daerah berjalan maksimal. Turut mendampingi Bupati antara lain:

  • Baso Rahmanuddin (Wakil Bupati Wajo)
  • Firmansyah Perkesi (Ketua DPRD Kabupaten Wajo)
  • Harianto(Dandim 1406/Wajo)
  • Muhammad Rosid Ridho (Kapolres Wajo)
  • Harianto Pane (Kepala Kejaksaan Negeri Wajo)

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, dalam laporannya menyebutkan bahwa Rakornas 2026 merupakan pijakan strategis di tahun kedua pelaksanaan RPJMN 2025–2029, yang mana merupakan penjabaran dari visi Asta Cita.

Dalam pidato arahannya, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari angka statistik, melainkan dari kualitas hidup masyarakatnya yang nyata. Presiden menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk menjaga soliditas di tengah kemajemukan bangsa.

Dua pilar utama yang menjadi penekanan Presiden adalah Swasembada Pangan dan Swasembada Energi. Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus mandiri di atas kaki sendiri untuk menghadapi tantangan global yang semakin dinamis.

Salah satu program unggulan yang disorot adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden mengungkapkan capaian signifikan di mana program ini telah menjangkau sekitar 60 juta penerima setiap hari. Target ambisius pun ditetapkan: jangkauan harus meningkat hingga 82 juta penerima pada akhir 2026.

“Kita akan menciptakan 3 hingga 5 juta lapangan kerja. Saat ini, Program Makan Bergizi Gratis telah menyerap sekitar 1 juta tenaga kerja. Ditambah lagi 18 proyek hilirisasi yang akan menciptakan sekitar 276 ribu lapangan kerja baru yang berkualitas dengan total investasi mencapai Rp618 triliun,” ujar Presiden Prabowo di hadapan ribuan peserta Rakornas.

Selain urusan perut dan energi, Presiden juga menaruh perhatian besar pada ancaman krisis lingkungan, khususnya manajemen sampah. Ia menyerukan gerakan masif dengan slogan “corvee, corvee, corvee” sebagai langkah antisipatif sebelum tempat pembuangan sampah mengalami kelebihan kapasitas (overcapacity) pada 2028 mendatang. Gerakan ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang harus diimplementasikan hingga ke tingkat desa.

Menanggapi instruksi langsung dari Kepala Negara, Bupati Wajo, Andi Rosman, menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk menerjemahkan arahan pusat ke dalam program kerja di Bumi Lamaddukelleng. Sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan, Wajo memegang peranan strategis dalam mewujudkan swasembada pangan yang dicanangkan Presiden.

“Pemerintah Kabupaten Wajo bersama Forkopimda siap mendukung penuh program prioritas nasional serta terus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegas Andi Rosman.

Sinergi antara eksekutif, legislatif, dan aparat penegak hukum (Forkopimda) di Wajo diharapkan dapat mempercepat akselerasi program hilirisasi dan penyerapan tenaga kerja lokal, selaras dengan investasi besar yang sedang didorong oleh pemerintah pusat. Dengan semangat kolaborasi ini, Wajo optimis dapat memberikan kontribusi nyata bagi tercapainya visi besar bangsa di masa depan. 

Penulis

Related Articles

Back to top button