Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Siap-Siap! Pemerintah Uji Coba CNG Merah Putih 3 Kg Pengganti Gas LPG Melon 

Wamanews.id, 9 Juli 2026 – Langkah besar guna merombak postur subsidi energi nasional tengah dipersiapkan secara matang oleh pemerintah pusat. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kini mulai mempercepat program konversi strategis dari Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram beralih ke Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram, yang secara resmi diberi nama CNG Merah Putih.

Kebijakan taktis ini digulirkan sebagai solusi fundamental untuk memangkas ketergantungan akut Indonesia terhadap impor komoditas LPG yang selama ini menguras devisa negara dalam jumlah fantastis.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia masih harus mengimpor sekitar 80 persen dari total kebutuhan LPG nasional. Ketergantungan ini terjadi lantaran pasokan gas jenis C3 dan C4 yang menjadi bahan baku utama pembuatan LPG di dalam negeri sangat terbatas. Ironisnya, di sisi lain Indonesia justru memiliki cadangan gas bumi jenis C1 dan C2 yang digunakan untuk komoditas CNG dalam jumlah yang sangat melimpah.

“Makanya kita dorong sekarang CNG. CNG itu gasnya pakai C1 C2 dan itu melimpah di Indonesia. Kita kemarin baru dapat temuan giant di ENI di Kalimantan Timur sebesar 5 TCF plus 2 TCF, terus kondensat-nya itu kurang lebih sekitar 200.000 barel ekuivalen ya. Itu di 2028-2029 produksinya itu bisa mencapai 3.000 Mmscfd,” papar Bahlil secara rinci saat menjelaskan potensi energi domestik.

Bahlil menegaskan bahwa teknologi pemanfaatan CNG sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Sebelumnya, tabung CNG berkapasitas besar ukuran 12 kilogram dan 50 kilogram telah sukses diimplementasikan di sektor komersial, seperti hotel, restoran, hingga pemenuhan operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kini, pemerintah memasuki tahap ketiga yang berfokus langsung pada klaster masyarakat bawah penerima subsidi melalui tabung ukuran kecil.

“Ini bukan barang baru, muncul tiba-tiba dari Fakfak datang, tidak. Ini sudah ada. Cuman untuk rakyat kita di bawah yang dikenakan subsidi itu adalah harus pakai tabung yang 3 kilo. Tekanannya itu 200 sampai 250 bar. Nah ini yang kita sekarang lagi uji coba,” terangnya.

Tabel: Perbandingan Karakteristik Tabung LPG Konvensional vs CNG Merah Putih

Parameter KomparasiTabung Gas LPG 3 Kg (Konvensional)Tabung CNG Merah Putih 3 Kg (Baru)
Bahan MaterialLogam Baja (Tipe 1)Komposit Ringan (Tipe 4)
Bobot TabungRelatif Berat dan KakuSangat Ringan & Ramah Penggunaan
Sumber Bahan Baku80% Impor Luar Negeri (Gas C3 & C4)100% Domestik/Lokal (Gas C1 & C2)
Dampak FinansialBeban Anggaran Subsidi TinggiMampu Menghemat Subsidi Energi s.d 30%
Wilayah Prioritas AwalMerata NasionalKota Besar di Pulau Jawa (Jalur Pipa Gas)

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengonfirmasi bahwa sebanyak 15 unit prototipe tabung CNG Merah Putih sedang dipersiapkan pada bulan Juli ini untuk menjalani rangkaian pengujian aspek keselamatan (safety test) secara ketat sebelum resmi diedarkan secara massal tahun ini.

Berbeda total dengan tabung melon LPG baja tradisional, CNG Merah Putih mengadopsi teknologi tabung Tipe 4 berbahan material komposit mutakhir. Inovasi ini menghasilkan bobot tabung yang jauh lebih enteng, sehingga memudahkan mobilitas harian para ibu rumah tangga di dapur.

“Material tabung ini sudah sampai ke tipe 4. Tipe 1 semua logam, tipe 2 sudah mulai ada campuran yang meringankan sampai dengan tipe 3 tapi masih berat. Oleh karena itu kita harus membuat yang lebih ringan agar emak-emak nanti nggak merasa oh ini kok penggantinya berat, enggak,” jelas Laode.

Pada fase awal pengenalan ini, fisik tabung komposit tersebut masih didatangkan dari China guna menjalani pengujian komprehensif di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), terutama menyangkut ketahanan tekanan tinggi serta keandalan sistem katup pengaman (valve safety).

Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai aspek harga. Pemerintah memastikan harga jual eceran dari CNG Merah Putih ini akan disamakan persis dengan harga LPG 3 kilogram bersubsidi yang ada saat ini agar tidak membebani daya beli rakyat kecil. Menariknya, meski harga jualnya sama, simulasi Kementerian ESDM menunjukkan bahwa masifnya penggunaan gas bumi domestik ini diproyeksikan mampu memotong beban pengeluaran subsidi energi negara hingga menyentuh angka 30 persen.

Untuk peta jalan (roadmap) distribusinya, program konversi CNG Merah Putih ini akan dieksekusi secara bertahap. Wilayah kota-kota besar di Pulau Jawa yang telah mapan memiliki infrastruktur jaringan pipa gas bumi dipastikan menjadi prioritas wilayah pertama yang akan mencicipi keandalan gas bumi buatan dalam negeri ini. 

Penulis

Related Articles

Back to top button