Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun 2 Truk dan 1 Bus di Sidrap, Dua Sopir Dilarikan ke Rumah Sakit

Wamanews.id, 5 Januari 2026 – Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan tiga kendaraan besar terjadi di jalan poros Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, pada Minggu dini hari (4/1/2026). Insiden yang melibatkan dua unit truk dan satu unit bus penumpang ini diduga kuat dipicu oleh kegagalan fungsi pengereman atau rem blong pada salah satu kendaraan. Akibat peristiwa tersebut, dua orang sopir truk dilaporkan mengalami luka-luka serius dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Peristiwa nahas ini terjadi tepat di wilayah Datae, Kelurahan Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap sekitar pukul 01.30 WITA. Lokasi kejadian yang berada di jalur lintas provinsi tersebut seketika mencekam saat dentuman keras benturan antar-kendaraan memecah keheningan malam.

Berdasarkan keterangan resmi dari pihak kepolisian, kecelakaan bermula ketika sebuah truk dengan nomor polisi DP 8053 CA yang dikemudikan oleh Muh. Riswan (21) bergerak dari arah tertentu menuju arah Sidrap. Saat melintasi jalanan di wilayah Datae, truk tersebut diduga mengalami kendala teknis pada sistem pengereman.

Kanit Laka Lantas Polres Sidrap, Hariyulis, menjelaskan bahwa karena rem yang tidak berfungsi, sopir truk kehilangan kendali atas kendaraannya. “Diduga kendaraan truk yang dikemudikan saudara Riswan mengalami rem blong, sehingga ia menabrak bagian belakang mobil Light Truck Hyundai berwarna biru dengan nomor polisi DN 8564 VU yang berada di depannya,” terang Hariyulis kepada wartawan, Minggu siang.

Benturan keras dari arah belakang membuat truk Hyundai yang dikemudikan oleh Ardiyansyah terdorong maju dengan kencang. Akibatnya, truk tersebut menghantam bagian belakang kendaraan ketiga, yakni bus Mercedes Benz Aneka dengan nomor polisi DD 7529 SQ yang dikemudikan oleh Martinus Tandi (32).

Kecelakaan beruntun ini mengakibatkan kerusakan cukup parah pada bagian depan dan belakang kendaraan yang terlibat. Namun, dampak paling fatal dirasakan oleh para pengemudi truk yang berada di posisi benturan pertama dan kedua.

Sopir truk pemicu kecelakaan, Muh. Riswan, mengalami luka-luka pada bagian kaki kiri dan kanan akibat terjepit kabin truk yang ringsek. Sementara itu, kondisi lebih parah dialami oleh pengemudi truk Hyundai, Ardiyansyah. Ia dilaporkan mengalami luka lecet pada area wajah, siku kiri dan kanan, serta mengalami patah tulang pada bagian kaki kiri dan kanan.

Beruntung bagi pengemudi bus Mercedes Benz Aneka, Martinus Tandi, beserta para penumpangnya dikabarkan tidak mengalami luka yang serius meski kendaraan mereka mengalami kerusakan pada bagian belakang.

“Kedua korban luka, yakni saudara Riswan dan Ardiansyah, segera dievakuasi oleh petugas dan warga sekitar ke RS Nene Mallomo Sidrap untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Fokus utama saat ini adalah pemulihan kondisi kedua pengemudi tersebut,” tambah Ipda Hariyulis.

Pasca-kejadian, Satuan Lalu Lintas Polres Sidrap langsung mengamankan lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Arus lalu lintas di jalur tersebut sempat mengalami kendala akibat posisi kendaraan yang menutupi sebagian badan jalan, namun petugas berhasil melakukan evakuasi kendaraan agar jalur kembali normal.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa hingga saat ini penyelidikan masih terus berlanjut. Fokus penyelidikan tidak hanya pada keterangan saksi, tetapi juga pada pengecekan teknis mendalam terhadap ketiga kendaraan yang terlibat, terutama pada sistem pengereman truk DP 8053 CA.

“Kami masih melakukan pendalaman secara menyeluruh. Selain pengecekan teknis kendaraan untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian dalam pemeliharaan (perawatan rutin), kami juga sedang meminta keterangan dari para saksi yang ada di lokasi kejadian saat itu,” pungkas Hariyulis.

Kecelakaan di wilayah Datae ini menjadi pengingat bagi para pemilik dan pengemudi kendaraan besar agar lebih memperhatikan kelaikan jalan kendaraan mereka. Kondisi geografis jalanan di daerah Watang Pulu yang memiliki beberapa titik tanjakan dan turunan menuntut sistem pengereman kendaraan dalam kondisi prima.

Satlantas Polres Sidrap mengimbau para sopir untuk selalu melakukan pengecekan rutin sebelum melakukan perjalanan jauh, terutama pada malam hari di mana visibilitas terbatas. Kegagalan fungsi mekanis seperti rem blong merupakan faktor yang sangat berisiko bagi keselamatan nyawa pengendara lain di jalan raya. 

Penulis

Related Articles

Back to top button