Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Prestasi Gemilang: Pemprov Sulsel Tembus Lima Besar Penghargaan Pembangunan Daerah 2026 Bappenas

Wamanews.id, 2 Juli 2026 – Kinerja kepemimpinan dan kualitas tata kelola perencanaan pembangunan di bawah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) kembali mendapat pengakuan prestisius di tingkat nasional. Pemprov Sulsel secara resmi dinyatakan berhasil menembus posisi lima besar dalam penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026.

PPD merupakan ajang apresiasi tahunan bernilai tinggi yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Keberhasilan masuk dalam jajaran lima besar nasional ini menjadi bukti sahih atas kematangan evaluasi kinerja pembangunan serta sinkronisasi yang kuat antara dokumen perencanaan dengan realisasi program kerja yang dijalankan oleh Pemprov Sulsel.

Sebagai rangkaian dari proses seleksi yang ketat, jajaran petinggi Pemprov Sulsel telah merampungkan Tahap II Wawancara dan Verifikasi. Agenda krusial ini dilaksanakan secara hybrid yang berpusat di Toraja Room, Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, pada Selasa (30/6/2026) lalu.

Tahapan wawancara dan verifikasi lapangan ini memegang peranan sangat vital dalam skema penilaian Bappenas. Fokus utamanya adalah membedah secara objektif kesesuaian antara regulasi di atas kertas, implementasi program di akar rumput, hingga output nyata berupa dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Dalam pemaparannya di hadapan tim penguji pusat, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, yang didampingi oleh Plt Kepala Bappelitbangda Sulsel, Irawan Dermayasamin Ibrahim, mengupas tuntas cetak biru (blueprint) keberhasilan Sulsel. Pemprov Sulsel menyoroti berbagai program prioritas daerah, dengan salah satu primadona inovasi yang mendapat atensi khusus tim penilai, yaitu program Smart School.

Inovasi Smart School dinilai menjadi motor penggerak utama dalam mendongkrak aspek pembangunan manusia, khususnya dalam hal pemerataan kualitas pendidikan berbasis digital di pelosok Sulsel. Hebatnya, proses penilaian ini tidak hanya mendengar kesaksian dari sisi birokrasi, tetapi juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) independen di luar pemerintahan untuk menjaga objektivitas hasil verifikasi.

Tabel: Indikator Makro Ekonomi & Pembangunan Manusia Provinsi Sulsel 2025–2026

Indikator Capaian MakroRealisasi Angka / PoinStatus Terhadap Rata-Rata Nasional
Pertumbuhan Ekonomi (Triwulan I-2026)6,88 PersenLebih Tinggi dibanding nasional
PDRB Per KapitaRp78,75 JutaCapaian Positif Daerah
Tingkat Kemiskinan (Per September 2025)7,43 PersenLebih Rendah dibanding nasional
Rasio Gini (Pemerataan Pendapatan)0,350 PoinStabil/Terkendali
Indeks Pembangunan Manusia (IPM 2025)75,92 PoinLebih Tinggi dibanding nasional
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)4,45 PersenLebih Rendah dibanding nasional
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup80,67 PoinTren Meningkat Positif

Melejitnya posisi Sulsel ke panggung lima besar PPD 2026 diperkuat oleh pondasi kokoh data-data makroekonomi yang menunjukkan tren sangat sehat. Berdasarkan laporan berkala, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan pada Triwulan I Tahun 2026 melesat di angka 6,88 persen, sebuah catatan impresif yang menempatkan pertumbuhan ekonomi lokal berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional. Sejalan dengan itu, Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita masyarakat Sulsel tercatat telah menyentuh angka Rp78,75 juta.

Dari sektor pengentasan sosial, grafik kemiskinan di Sulsel terpantau terus melandai. Per September 2025, angka kemiskinan berhasil ditekan ke level 7,43 persen, angka yang berada di bawah rapor kemiskinan nasional. Distribusi pendapatan pun relatif merata yang ditunjukkan dengan angka rasio gini di koefisien 0,350 poin.

Capaian non-fisik juga tidak kalah bersinar. Kualitas hidup masyarakat yang diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulsel pada akhir 2025 sukses bertengger di angka 75,92 poin (kategori tinggi), mengungguli rerata nasional. Selain itu, Indeks Modal Manusia tercatat berada pada level 0,53 poin.

Meski masif menggenjot infrastruktur dan ekonomi, Pemprov Sulsel terbukti tidak melupakan kelestarian alam. Hal ini terkonfirmasi dari Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) daerah yang meningkat tajam menjadi 80,67 poin pada 2025. Terakhir, lapangan kerja baru yang tercipta berhasil menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hingga ke angka 4,45 persen, sebuah pencapaian yang lagi-lagi berada di bawah rata-rata nasional.

Melalui pencapaian lima besar ini, langkah Pemprov Sulsel menuju tangga juara utama PPD 2026 kini tinggal selangkah lagi, sekaligus menjadi pemantik motivasi bagi seluruh ASN di 24 kabupaten/kota untuk terus melahirkan inovasi pelayanan publik yang berdampak.

Penulis

Related Articles

Back to top button