Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Kesehatan

Waspada! Ini Ragam Penyebab Vertigo yang Sering Diabaikan dan Cara Mencegahnya

Wamanews.id, 2 Juli 2026 – Sensasi tubuh limbung atau lingkungan sekitar seolah berputar secara mendadak merupakan keluhan kesehatan yang cukup sering dialami masyarakat. Kondisi medis ini dikenal dengan istilah vertigo. Sayangnya, sebagian besar orang masih sering menyamakan vertigo dengan sakit kepala biasa atau sekadar pusing akibat kelelahan, sehingga pemicu utamanya kerap diabaikan hingga kondisinya memburuk.

Vertigo sebenarnya bukanlah sebuah penyakit yang berdiri sendiri, melainkan sebuah gejala klinis yang menandakan adanya gangguan pada sistem keseimbangan tubuh. Gangguan ini umumnya berpusat pada telinga bagian dalam atau sistem saraf pusat di otak. Mengenali akar penyebab serangan sangat penting agar penderita bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan tidak terjebak dalam konsumsi obat pereda nyeri secara sembarangan.

Sebagian besar kasus serangan vertigo yang terjadi secara mendadak bersumber dari gangguan pada organ keseimbangan di telinga bagian dalam (sistem vestibular). Berikut adalah beberapa penyebab utama yang sering kali luput dari perhatian:

  • BPPV (Benign Paroxysmal Positional Vertigo)
    Ini adalah jenis vertigo paling umum yang dipicu oleh perubahan posisi kepala secara tiba-tiba, seperti saat bangun tidur atau menengadah. Kondisi ini terjadi ketika kristal kalsium kecil di dalam telinga dalam bergeser dari tempat semestinya dan masuk ke dalam saluran setengah lingkaran, sehingga mengganggu sinyal keseimbangan ke otak.
  • Penyakit Meniere
    Sebuah gangguan kronis pada telinga dalam yang disebabkan oleh penumpukan cairan yang tidak normal. Selain menyebabkan vertigo parah yang bisa berlangsung berjam-jam, Penyakit Meniere biasanya disertai dengan gejala telinga berdenging (tinnitus) dan penurunan fungsi pendengaran secara bertahap.
  • Labirinitis atau Vestibular Neuritis
    Kondisi ini merujuk pada peradangan atau infeksi virus pada saraf vestibular yang berfungsi mengatur keseimbangan tubuh. Serangan biasanya muncul tiba-tiba setelah seseorang sembuh dari flu atau infeksi saluran pernapasan.

Tabel: Perbedaan Karakteristik Vertigo Perifer vs Vertigo Sentral

Aspek KarakteristikVertigo Perifer (Telinga Dalam)Vertigo Sentral (Sistem Saraf Pusat)
Sumber GangguanTelinga bagian dalam / Saraf vestibularOtak besar (Cerebrum) / Batang otak
Intensitas GejalaBiasanya sangat parah dan mendadakCenderung ringan hingga sedang, tetapi konstan
Pemicu GerakanSangat dipengaruhi oleh perubahan posisi kepalaTidak terlalu dipengaruhi oleh posisi kepala
Gejala PendengaranSering disertai telinga berdenging / tuli sesaatJarang memengaruhi fungsi pendengaran
Gejala Penyerta LainMual dan muntah yang hebatGangguan bicara, pandangan ganda, lemas

Selain masalah pada telinga bagian dalam, vertigo juga dapat dipicu oleh gangguan pada sistem saraf pusat (vertigo sentral). Kondisi ini memerlukan kewaspadaan medis yang jauh lebih tinggi karena bisa menjadi indikator adanya masalah kesehatan yang serius pada otak.

Beberapa penyebab vertigo sentral yang kerap diabaikan meliputi serangan migrain basilar, adanya cedera atau trauma pada area kepala dan leher, hingga gejala awal dari penyakit stroke atau tumor otak. Faktor eksternal seperti stres psikologis yang berkepanjangan, kurang tidur secara kronis, dehidrasi, serta efek samping dari konsumsi jenis obat-obatan tertentu (seperti obat penenang atau antibiotik dosis tinggi) juga dapat memperparah atau memicu kambuhnya serangan.

Ketika Anda atau orang terdekat mengalami serangan vertigo secara mendadak, sangat disarankan untuk tidak panik dan segera melakukan langkah-langkah mitigasi berikut:

  1. Duduk atau Berbaring: Segera cari posisi stabil untuk menghindari risiko terjatuh atau cedera akibat hilangnya keseimbangan tubuh.
  2. Hindari Gerakan Tiba-Tiba: Jangan mengubah posisi kepala secara mendadak atau memutar tubuh dengan cepat.
  3. Fokuskan Pandangan: Tatap satu objek diam yang tidak bergerak di depan Anda untuk membantu otak menyelaraskan kembali persepsi ruang.
  4. Atur Pencahayaan: Hindari paparan lampu yang terlalu terang atau layar gawai yang berkedip karena dapat memperparah rasa mual.

Jika serangan vertigo terjadi berulang kali, berlangsung dalam durasi yang lama, atau disertai dengan gejala mati rasa, kesulitan berbicara, dan pandangan kabur, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis THT atau dokter spesialis saraf untuk mendapatkan diagnosis serta terapi rehabilitasi vestibular yang tepat.

Penulis

Related Articles

Back to top button