Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Perketat Pengawasan Gadget Pelajar, Disdik Sulsel Ajak Orang Tua Kolaborasi Batasi Medsos

Wamanews.id, 25 Maret 2026 – Di tengah gempuran arus informasi digital yang kian tak terbendung, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulawesi Selatan mengambil langkah berani untuk melindungi kualitas pendidikan dan mental para pelajar. Melalui skema kolaborasi yang erat dengan orang tua siswa, Disdik Sulsel kini memperluas jangkauan pengawasan penggunaan gadget dan akses media sosial melampaui pagar sekolah.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Kekhawatiran akan dampak konten negatif serta degradasi budaya belajar akibat penggunaan ponsel yang tidak terkontrol menjadi alarm bagi dunia pendidikan di Sulawesi Selatan. Disdik Sulsel menyadari bahwa kebijakan di sekolah hanya akan menjadi formalitas belaka jika tidak didukung oleh lingkungan rumah yang disiplin.

Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Iqbal Najamuddin, mengungkapkan bahwa pembatasan penggunaan gadget di lingkungan sekolah sebenarnya bukanlah hal baru di wilayah ini. Bahkan, jauh sebelum isu ini menjadi perbincangan di tingkat nasional, Pemprov Sulsel telah lebih dulu menerbitkan surat edaran (SE) ke sekolah-sekolah untuk mengatur penggunaan ponsel selama jam pelajaran.

“Pada prinsipnya, kami sangat mendukung pembatasan penggunaan media sosial, terutama yang berdampak tidak baik bagi anak-anak. Itu memang perlu dilakukan demi masa depan mereka,” tegas Iqbal saat memberikan keterangan resmi di Makassar.

Penerapan kebijakan ini sudah berjalan di berbagai SMA dan SMK di Sulawesi Selatan. Salah satu mekanisme wajib yang diterapkan adalah penyimpanan ponsel di loker sekolah. Siswa diwajibkan menyimpan perangkat mereka sesaat setelah memasuki lingkungan sekolah dan hanya diperbolehkan mengambilnya kembali saat jam pulang sekolah atau untuk keperluan mendesak dengan seizin guru.

Meskipun menerapkan pembatasan yang ketat, Iqbal Najamuddin menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud menutup mata terhadap perkembangan teknologi. Disdik Sulsel tetap menjadikan digitalisasi pendidikan sebagai prioritas utama, asalkan perangkat tersebut digunakan secara tepat sasaran dan terarah untuk menunjang proses belajar-mengajar.

“Kita tidak menampik bahwa gadget juga penting untuk pembelajaran. Karena itu, penggunaannya harus sesuai dan mendukung proses belajar, bukan justru mengganggu konsentrasi anak didik dengan konten-konten yang tidak layak,” jelasnya.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi seperti e-learning atau akses literasi digital tetap dibuka lebar. Namun, akses terhadap media sosial yang tidak terkontrol dinilai lebih banyak membawa kerugian dibandingkan manfaat, terutama dalam pembentukan karakter dan budaya literasi jangka panjang.

Poin krusial dari langkah terbaru Disdik Sulsel kali ini adalah pelibatan aktif orang tua. Iqbal menekankan bahwa sekolah tidak bisa bekerja secara mandiri dalam membentuk ekosistem digital yang sehat bagi anak. Ada celah pengawasan yang besar saat siswa kembali ke rumah, dan di situlah peran orang tua menjadi garda terdepan.

“Sekolah tidak bisa bekerja sendiri. Orang tua juga harus terlibat aktif. Jangan sampai di sekolah dibatasi dengan sangat ketat, tapi saat sampai di rumah, anak-anak dibebaskan tanpa batas menggunakan gadget mereka,” ujar Iqbal Najamuddin.

Ke depan, Disdik Sulsel berencana menyusun mekanisme resmi untuk menyinergikan pola asuh digital antara sekolah dan rumah. Sosialisasi akan diperkuat melalui rapat komite sekolah, penyampaian informasi melalui surat resmi, hingga pertemuan rutin dengan wali murid. Tujuannya satu: memastikan anak-anak benar-benar terlindungi dari paparan konten yang berbahaya bagi perkembangan psikologis mereka.

Langkah Disdik Sulsel ini juga selaras dengan gerakan pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) yang tengah gencar mengampanyekan perlindungan anak di ruang siber. Pengawasan terhadap akun media sosial yang tidak terkontrol serta pencegahan cyber bullying menjadi agenda bersama yang kini tengah digodok di tingkat provinsi.

Iqbal memastikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi dan monitoring secara berkala ke setiap satuan pendidikan untuk memastikan kebijakan ini tidak sekadar menjadi aturan di atas kertas. Efektivitas penyimpanan ponsel di loker serta tingkat partisipasi orang tua akan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan kebijakan di masa mendatang.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan pelajar di Sulawesi Selatan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan kecerdasan digital dalam memilah informasi di dunia maya.

Penulis

Related Articles

Back to top button