Fakta Mengejutkan! Pemprov Sulsel dan Pertamina Uji BBM Jelang Idulfitri, Ada Temuan Tak Terduga?

Wamanews.id, 9 Maret 2025 – Menjelang Idulfitri 2025, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) bersama Pertamina menggelar uji kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Langkah ini dilakukan guna memastikan BBM yang dijual, baik subsidi maupun nonsubsidi, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel, Andi Eka Prasetya, menegaskan bahwa pengawasan ini menjadi langkah penting untuk menjamin kualitas BBM yang beredar di masyarakat. Apalagi, belakangan ini isu BBM oplosan santer diperbincangkan.
“Kami ingin memastikan BBM yang disalurkan, baik itu subsidi maupun nonsubsidi, sesuai spesifikasi yang ada. Kami melakukan pemantauan langsung di SPBU, termasuk mengambil sampel BBM untuk diuji kualitasnya,” ungkap Andi Eka dalam keterangannya, Sabtu (8/2/2025).
Sales Area Manager Retail Sulselbar PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom, menambahkan bahwa uji kualitas ini bertujuan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai standar BBM yang dijual di SPBU.
“Setiap SPBU memiliki sampel BBM yang dapat dilihat oleh masyarakat. Ini bentuk transparansi kami agar masyarakat semakin percaya bahwa produk yang kami jual telah memenuhi standar yang ditetapkan Ditjen Migas,” jelas Rainier.
Ia juga memaparkan bahwa setiap jenis BBM memiliki warna khasnya masing-masing. Pertalite berwarna hijau, Pertamax berwarna biru, dan Pertamax Turbo berwarna merah.
“Dengan adanya sampel BBM di dispenser, masyarakat bisa langsung membandingkan apakah BBM yang mereka beli sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan atau tidak,” tambahnya.
Menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri, Pertamina juga akan membentuk tim satgas guna memastikan ketersediaan BBM dan elpiji tetap aman.
“Kami akan membentuk tim Satgas Ramadan Idulfitri mulai 17 Maret hingga 13 April 2025 di seluruh Indonesia. Kami mengantisipasi kenaikan permintaan BBM sekitar 10 persen, sementara elpiji diperkirakan meningkat 7 persen dari rata-rata normal. Namun, masyarakat tidak perlu khawatir karena stok dipastikan aman,” ujar Rainier.
Di sisi lain, Hiswana Migas DPC 1 Makassar, Chairul Aqmal, memastikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap BBM nonsubsidi, seperti Pertamax, tidak mengalami penurunan meski sempat ramai isu kualitas BBM di media sosial.
“Masyarakat sudah mulai percaya kembali. Penjualan Pertamax di SPBU kami tetap stabil, tidak ada penurunan,” jelas Chairul.
Dengan langkah uji kualitas ini, diharapkan masyarakat semakin yakin bahwa BBM yang beredar di pasaran telah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah dan tidak ada praktik kecurangan dalam distribusinya.







