Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Wajo

Misteri di Pesisir Danau Tempe: Penemuan Mayat Tanpa Kepala dan Dada Terbelah Gegerkan Warga Wajo 

Wamanews.id, 9 Februari 2026 – Keheningan pagi di kawasan pesisir Danau Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, mendadak berubah menjadi suasana mencekam. Warga setempat digegerkan dengan penemuan sesosok mayat yang kondisinya sangat mengenaskan di kawasan Pulau Sembilan, Kelurahan Mattirotappareng, Kecamatan Tempe, pada Minggu (8/2/2026) pagi.

Jasad tersebut ditemukan dalam kondisi tanpa busana, tanpa kepala, dan beberapa bagian tubuh yang sudah tidak utuh lagi. Penemuan ini pun langsung menjadi sorotan tajam dan menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat mengenai identitas dan penyebab kematian korban.

Peristiwa ini pertama kali terungkap oleh seorang nelayan setempat sekitar pukul 08.30 WITA. Saat itu, sang nelayan tengah mengemudikan perahunya menuju pinggiran sungai untuk bersandar. Namun, langkahnya terhenti ketika indra penciumannya menangkap aroma busuk yang sangat menyengat dari arah tumpukan batu di pinggir sungai.

Rasa penasaran membawa nelayan tersebut mendekat ke sumber bau. Betapa terkejutnya ia saat melihat sosok tubuh manusia dalam posisi tertelungkup dan terapung di antara tumpukan batu. Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan ke pihak kepolisian Sektor (Polsek) Tempe.

Kapolsek Tempe, Candra Said, membenarkan adanya laporan penemuan mayat tersebut. Ia turun langsung ke lokasi bersama tim identifikasi untuk melakukan evakuasi. Berdasarkan pengamatan awal di lapangan, kondisi jasad tersebut terbilang sangat tidak wajar.

“Betul, ada penemuan mayat dalam keadaan tanpa busana dan kepala sudah tidak ada,” ujar AKP Candra Said saat dikonfirmasi pada Minggu (8/2/2026).

Lebih lanjut, Candra menjelaskan bahwa selain kehilangan bagian kepala, kondisi tubuh korban juga mengalami kerusakan parah di bagian dada dan perut. “Kondisinya cukup mengenaskan. Dada sudah terbelah, kemudian isi perut sudah kosong. Hingga saat ini, mayat tersebut bahkan belum diketahui jenis kelaminnya karena kondisi fisik yang sudah tidak utuh,” terangnya.

Belum dapat dipastikan apakah kondisi tubuh yang terbelah dan kosongnya organ dalam tersebut disebabkan oleh tindak kekerasan, aktivitas hewan predator di air, atau karena proses pembusukan alami yang sudah lanjut.

Setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal, pihak kepolisian segera mengevakuasi jasad tersebut ke Rumah Sakit Umum (RSU) Lamaddukkeleng Sengkang. Pemeriksaan medis yang lebih intensif diperlukan untuk mengungkap tabir misteri di balik kematian jasad tanpa identitas ini.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dokter untuk memastikan penyebab kematian serta mencari ciri-ciri khusus yang mungkin masih tersisa di badan mayat tersebut. Hal ini penting agar identitas korban dapat segera terungkap,” jelas Candra.

Selain pemeriksaan medis, pihak kepolisian juga terus melakukan serangkaian penyelidikan (lidik) di lapangan. Petugas mencari keterangan dari saksi-saksi atau warga yang mungkin merasa kehilangan anggota keluarganya dalam beberapa waktu terakhir.

Hingga berita ini diturunkan, status jasad tersebut masih sebagai Mr. X atau Ms. X karena belum adanya tanda pengenal yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Polisi pun meminta bantuan masyarakat untuk segera melapor jika ada kerabat, teman, atau keluarga yang tidak diketahui keberadaannya dalam beberapa hari atau minggu terakhir.

Penemuan mayat tanpa kepala ini memicu kekhawatiran di kalangan nelayan Danau Tempe. Lokasi penemuan di Pulau Sembilan memang dikenal sebagai area yang cukup aktif bagi para nelayan, sehingga kejadian ini sangat mengguncang psikologis warga pesisir.

“Kami masih mendalami kasus ini. Statusnya masih penyelidikan. Kami minta warga tetap tenang dan jangan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya sebelum ada pernyataan resmi dari hasil autopsi,” pungkas AKP Candra Said.

Penulis

Related Articles

Back to top button