Meraih Malam Seribu Bulan: Inilah 5 Tanda Seseorang Mendapatkan Lailatul Qadar

Wamanews.id, 16 Maret 2026 – Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah kini telah memasuki fase puncaknya. Momentum 10 hari terakhir Ramadan selalu menjadi saat-saat yang paling dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Sulawesi Selatan. Di tengah riuhnya persiapan mudik dan hari raya, terdapat satu perburuan spiritual yang jauh lebih besar nilainya: perburuan malam Lailatul Qadar.
Lailatul Qadar diyakini sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Meskipun waktu kedatangannya dirahasiakan oleh Allah SWT, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak ibadah, iktikaf, dan doa pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir. Banyak orang sering terpaku pada tanda-tanda alam seperti suasana malam yang tenang atau matahari pagi yang tidak menyengat.
Namun, yang jauh lebih penting adalah bagaimana mengenali apakah transformasi spiritual itu benar-benar terjadi pada diri seseorang.
Lantas, apa saja ciri atau tanda bahwa seseorang telah berhasil meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar? Berikut adalah ulasan mendalam mengenai lima tanda utamanya:
1. Terjadinya Eskalasi Kebaikan dalam Diri
Tanda pertama yang paling nyata bagi orang yang mendapatkan Lailatul Qadar adalah bertambahnya kebaikan (ziyadatul khair) dalam dirinya. Kebaikan ini tidak bersifat sementara, melainkan perubahan permanen yang mencakup seluruh aspek kehidupan.
Orang tersebut akan menunjukkan perubahan positif mulai dari perkataannya yang lebih terjaga dari ghibah, sikapnya yang lebih rendah hati, hingga perbuatannya yang lebih dermawan. Jika setelah Ramadan seseorang merasa jauh lebih ringan untuk menolong sesama, itu merupakan sinyal kuat bahwa keberkahan Lailatul Qadar telah meresap ke dalam jiwanya.
2. Merasakan Ketenangan Hati yang Berkelanjutan
Sebagaimana tertuang dalam surah Al-Qadar ayat terakhir: “Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar”. Mayoritas ulama menafsirkan bahwa kesejahteraan atau kedamaian tersebut bukan hanya dirasakan saat malam itu berlangsung, melainkan membekas dalam hati sang hamba.
Seseorang yang mendapatkan Lailatul Qadar akan merasakan kedamaian batin yang luar biasa. Ia tidak lagi mudah terpancing emosi, merasa lebih ikhlas dalam menghadapi ujian hidup, dan memiliki tingkat kesabaran yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Ketenangan ini adalah buah dari “sentuhan” para malaikat yang turun ke bumi pada malam tersebut.
3. Meningkatnya Kualitas Ketakwaan
Inti dari ibadah Ramadan adalah menjadi pribadi yang bertakwa. Bagi mereka yang meraih malam seribu bulan, kualitas ketakwaannya akan mengalami peningkatan drastis. Ia menjadi sosok yang lebih takut untuk melakukan kemaksiatan dan semakin tunduk pada perintah Allah SWT.
Ketakwaan ini juga terlihat dari kekhusyukan saat beribadah. Shalat yang dilakukan tidak lagi sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan menjadi kebutuhan spiritual. Ia akan merasa sangat haus akan kedekatan dengan Sang Pencipta.
4. Transformasi Menjadi Pribadi yang Lebih Baik
Lailatul Qadar adalah momentum rebranding spiritual. Seseorang yang meraihnya akan menjadi pribadi yang lebih seimbang, baik dalam hubungan dengan Allah (Hablum Minallah) maupun hubungan dengan sesama manusia (Hablum Minannas).
Dalam kehidupan sosial, ia menjadi lebih pemaaf dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Di sisi lain, semangat ibadahnya tidak luntur meskipun Ramadan telah usai. Giatnya beribadah di masjid, seperti yang terlihat di Masjid Al-Markaz atau Masjid Raya Makassar, akan terus berlanjut di bulan-bulan berikutnya.
5. Terkabulnya Doa-Doa yang Dipanjatkan
Salah satu keutamaan luar biasa bagi orang yang beribadah di malam Lailatul Qadar adalah jaminan terkabulnya doa. Seseorang yang mendapati malam tersebut dengan penuh iman dan mengharap rida Allah, insya Allah doa-doa tulusnya akan dijawab oleh-Nya.
Banyak riwayat menyebutkan bahwa malaikat mengamini doa-doa hamba yang beribadah di malam mulia tersebut. Oleh karena itu, bagi Anda yang merasa doanya mulai menunjukkan jalan keluar atau kemudahan setelah Ramadan, bisa jadi itu adalah buah dari keberkahan Lailatul Qadar yang Anda raih.
Berdasarkan kalender Ramadan 1447 H, saat ini kita berada di tengah periode krusial. Bagi Anda yang ingin terus memaksimalkan ibadah, berikut adalah estimasi malam ganjil yang patut diwaspadai sebagai potensi Lailatul Qadar:
- Malam 27 Ramadan: Minggu malam, 15 Maret hingga Senin dini hari, 16 Maret 2026.
- Malam 29 Ramadan: Selasa malam, 17 Maret hingga Rabu dini hari, 18 Maret 2026.
Mari gunakan sisa waktu yang ada untuk meningkatkan intensitas zikir dan doa. Semoga kita termasuk golongan hamba yang beruntung mendapatkan kemuliaan malam seribu bulan ini.





