Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Jangan Panic Buying! Pertamina Sulawesi Jamin Pasokan BBM Aman Meski Tensi Global Memanas 

Wamanews.id, 9 Maret 2026 – Di tengah meningkatnya suhu geopolitik global antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran akan penutupan Selat Hormuz, masyarakat di Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai bertanya-tanya soal ketahanan energi dalam negeri. Isu mengenai stok BBM nasional yang dikabarkan hanya mampu bertahan selama tiga minggu pun sempat beredar luas di media sosial, memicu kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan.

Menanggapi hal tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bergerak cepat memberikan klarifikasi. Pihak otoritas energi ini memastikan bahwa pasokan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi masyarakat di Sulawesi Selatan dan wilayah sekitarnya tetap berada dalam kondisi aman, stabil, dan berjalan normal seperti sedia kala.

Area Manager Communication Relation & CSR Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menjelaskan bahwa informasi mengenai ketahanan stok yang disebut hanya bertahan sekitar 20 hingga 21 hari perlu dipahami oleh masyarakat secara utuh. Menurutnya, angka tersebut sering kali disalahartikan sebagai kondisi darurat yang akan segera habis.

“Perlu dipahami bahwa angka tersebut merujuk pada skenario apabila tidak ada tambahan produksi maupun pasokan sama sekali,” ujar Lilik dalam keterangan resminya pada Minggu (8/3/2026).

Lilik menegaskan bahwa dalam praktiknya, sistem energi nasional tidak berjalan secara statis. Stok BBM bukan seperti air dalam bak yang hanya dikuras, melainkan sebuah ekosistem yang terus diperbarui (diisi kembali) secara berkelanjutan melalui produksi kilang dalam negeri maupun skema impor yang sudah terjadwal dengan rapi.

Bagi warga Sulawesi Selatan, Pertamina memberikan jaminan bahwa mekanisme perencanaan distribusi telah dilakukan secara terukur. Pengelolaan stok dilakukan dengan menjaga level persediaan pada titik aman, mulai dari terminal BBM, kilang, hingga ke ujung tombak pelayanan yakni lembaga penyalur seperti SPBU.

Hingga saat ini, sistem suplai yang berlangsung secara kontinu (continuous supply) dipastikan tetap terpenuhi. Pertamina terus melakukan pengawasan ketat terhadap operasional di lapangan untuk mengantisipasi adanya lonjakan permintaan yang tidak wajar akibat kekhawatiran masyarakat yang berlebihan.

Meski situasi di Selat Hormuz menjadi perhatian dunia karena merupakan jalur vital perdagangan minyak internasional, Pertamina menyatakan terus memantau dinamika tersebut dengan seksama. Koordinasi erat dengan pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan dilakukan untuk memastikan ketahanan energi nasional tetap tangguh menghadapi berbagai skenario geopolitik internasional.

Integrasi rantai pasok yang dimiliki Pertamina saat ini memungkinkan fleksibilitas dalam mengatur distribusi energi agar tidak terjadi kekosongan di wilayah-wilayah strategis, termasuk di Regional Sulawesi yang memiliki aktivitas ekonomi tinggi.

Salah satu pemicu kelangkaan yang paling nyata justru bukanlah ketiadaan stok di kilang, melainkan fenomena panic buying di masyarakat. Oleh karena itu, Pertamina mengimbau warga Sulawesi Selatan untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM secara wajar sesuai kebutuhan sehari-hari.

“Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak perlu panik karena hingga saat ini distribusi energi berjalan lancar dan stok BBM dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tandas Lilik.

Pihak Pertamina juga memastikan bahwa seluruh SPBU di wilayah Sulsel terus dipasok sesuai dengan kuota dan kebutuhan normal, sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk melakukan penimbunan atau antrean panjang yang tidak perlu. 

Penulis

Related Articles

Back to top button