Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Penerbangan Subsidi Makassar–Selayar Resmi Mengudara Kembali

Wamanews.id, 30 Maret 2026 – Kabar gembira bagi para pelancong dan warga Kepulauan Selayar. Mimpi untuk menikmati keindahan “Tanadoang” dengan waktu tempuh singkat dan biaya terjangkau kini bukan lagi sekadar angan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) secara resmi telah menghidupkan kembali rute penerbangan subsidi Makassar–Selayar (PP), sebuah langkah strategis yang diprediksi akan mengubah wajah pariwisata dan ekonomi di wilayah selatan Sulsel.

Program ini diluncurkan sebagai solusi atas tantangan transportasi udara yang sebelumnya sempat terhenti akibat melambungnya harga tiket dan minimnya keterisian kursi. Kini, melalui skema subsidi yang menggandeng maskapai Fly Jaya Air, akses menuju Selayar kembali terbuka lebar dengan frekuensi tiga kali dalam sepekan.

Perbedaan harga yang ditawarkan melalui program subsidi ini terbilang sangat signifikan. Jika sebelumnya masyarakat harus merogoh kocek dalam-dalam antara Rp700.000 hingga Rp1.000.000 untuk sekali jalan, kini tarifnya menyusut drastis ke kisaran Rp300.000 hingga Rp400.000 saja.

Ahmad Hidayah, seorang warga Makassar yang kerap bolak-balik ke Selayar karena urusan pekerjaan keluarga, mengakui bahwa kebijakan ini adalah napas segar bagi mobilitas warga.

“Ini sangat membantu masyarakat, baik untuk urusan wisata maupun kebutuhan pekerjaan. Dulu harganya cukup berat di kantong, sekarang dengan 300 ribuan kita sudah bisa terbang. Sangat membantu efisiensi waktu dan biaya,” ungkap Ahmad kepada tim redaksi.

Tak hanya soal efisiensi, dibukanya kembali rute ini menjadi katalisator bagi sektor pariwisata bahari Selayar yang mendunia. Drg. Lilies Anggarwati Astuti, salah satu penumpang yang memanfaatkan penerbangan ini saat momentum Lebaran 2026, berbagi pengalamannya tentang potensi wisata Selayar yang luar biasa.

“Saya sempat ke Pantai Pinang untuk snorkeling dan diving. Di sana saya melihat banyak wisatawan asing. Jujur saja, kalau fasilitasnya terus dilengkapi dan akses jalannya mulus, saya yakin Selayar bisa menjadi nomor dua setelah Bali,” ujar Lilies dengan antusias.

Ia menambahkan bahwa penerbangan rutin tiga kali seminggu ini memungkinkannya memboyong keluarga besar untuk berlibur tanpa rasa khawatir akan biaya transportasi yang membengkak. Bayangkan saja, untuk keberangkatan lima orang, ia hanya menghabiskan sekitar Rp2 juta sebuah angka yang sangat kompetitif dibandingkan destinasi wisata lainnya di Indonesia.

Pihak maskapai Fly Jaya Air pun menyambut positif langkah Pemprov Sulsel. Syarir, Station Representative Fly Jaya Air wilayah Ujung Pandang, menyatakan apresiasinya atas kepercayaan pemerintah daerah dalam mendukung program prioritas konektivitas ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemprov Sulsel. Dukungan ini tidak hanya untuk Selayar, tapi juga mencakup rute-rute penting lainnya seperti Bone, Kendari, bahkan hingga ke Balikpapan,” jelas Syarir.

Keberlanjutan program ini diharapkan dapat menjaga aktivitas transportasi udara di daerah tetap stabil, sekaligus memastikan roda ekonomi di wilayah kepulauan terus berputar melalui kunjungan wisatawan dan kelancaran logistik ringan.

Meski sambutan masyarakat sangat positif, terdapat beberapa catatan penting bagi pemerintah daerah. Para penumpang berharap agar kesuksesan penerbangan subsidi ini dibarengi dengan penyediaan transportasi lanjutan dari Bandara H. Aroeppala menuju pusat kota Benteng dan titik-titik wisata lainnya.

“Harapannya ke depan akses dari bandara ke kota lebih terhubung lagi dengan moda transportasi yang nyaman,” tambah Ahmad Hidayah.

Fathia, seorang pekerja di Selayar, juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Gubernur Sulsel. “Dulu sangat sulit ke Selayar, harus menempuh perjalanan darat dan laut yang melelahkan. Sekarang jauh lebih cepat dan murah. Semoga subsidi ini terus dipertahankan,” pungkasnya.

Dengan beroperasinya kembali rute Makassar–Selayar ini, Pemprov Sulsel telah meletakkan fondasi penting bagi kemajuan pariwisata Sulawesi Selatan di tahun 2026. Kini, bola ada di tangan para pelaku wisata dan masyarakat untuk menyambut para tamu di beranda selatan Sulawesi.

Penulis

Related Articles

Back to top button