Di Balik Kemeriahan HUT RI di Bawakaraeng, 25 Pendaki Dilarikan ke Posko karena Hipotermia dan Asam Lambung

Wamanews.id, 17 Agustus 2025 – Puncak Gunung Bawakaraeng di Kabupaten Gowa menjadi saksi bisu perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI yang meriah, Minggu (17/8/2025).
Ribuan pendaki memadati jalur-jalur pendakian untuk mengikuti upacara bendera, namun di balik kemeriahan itu, tim SAR gabungan mencatat adanya puluhan pendaki yang mengalami insiden dan membutuhkan penanganan medis.
Berdasarkan data yang diperoleh, sebanyak 4.068 pendaki tercatat berada di gunung dengan ketinggian 2.830 MDPL tersebut.
Angka ini jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya, menandakan semakin tingginya antusiasme masyarakat untuk merayakan kemerdekaan di alam bebas. Namun, lonjakan jumlah ini juga meningkatkan potensi risiko.
Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengungkapkan bahwa kegiatan ini telah diantisipasi dengan menggelar “Siaga Merah Putih” yang merupakan agenda tahunan. Meskipun begitu, tantangan datang dari jumlah pendaki yang terus meningkat. “Setiap tahun, jumlah pendaki yang merayakan HUT Kemerdekaan di Gunung Bawakaraeng semakin meningkat,” kata Arif.
Andi Sultan, Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, menambahkan bahwa pada 16 Agustus 2025, satu hari sebelum upacara, sudah tercatat 1.942 pendaki yang telah melakukan registrasi di beberapa posko induk. Jumlah ini terus bertambah hingga hari H upacara.
Dengan total 328 personel yang dikerahkan dan 196 personel lain dalam kondisi siaga penuh di berbagai pos, tim Basarnas dan SAR gabungan harus bekerja ekstra keras. Kekhawatiran mereka menjadi kenyataan, karena hingga Minggu sore, tercatat 25 pendaki mengalami kendala di sejumlah titik.
Kasus yang paling sering ditangani adalah hipotermia akibat cuaca dingin di ketinggian, asam lambung akibat kelelahan dan pola makan yang tidak teratur, serta beberapa pendaki yang terpisah dari rombongan. Penanganan darurat dilakukan di berbagai pos, mulai dari Posko Bulu Ballea, Tassoso, Pos 8, Pos 9, hingga Pos 10 yang berada di area puncak.
“Saat ini tim siaga di setiap titik pos SAR gabungan masih terus melakukan penanganan medis kepada korban-korban yang membutuhkan,” ujar Andi Sultan, menegaskan bahwa operasi penyelamatan masih terus berjalan hingga seluruh pendaki kembali dengan selamat.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi para pendaki dan pecinta alam. Merayakan kemerdekaan di gunung memang merupakan hal yang mulia, namun persiapan fisik, mental, dan logistik yang matang adalah kunci utama untuk keselamatan. Basarnas mengimbau seluruh pendaki untuk selalu berhati-hati, mematuhi petunjuk petugas, dan tidak memaksakan diri jika kondisi fisik tidak memungkinkan.
“Kami mengimbau semua pendaki untuk tetap waspada dan mematuhi petunjuk dari tim penyelamat demi keselamatan bersama,” tegasnya. Pesan ini bukan hanya ditujukan kepada pendaki yang sedang berada di gunung, tetapi juga sebagai peringatan bagi mereka yang berencana melakukan pendakian di masa depan, bahwa petualangan harus selalu dibarengi dengan kewaspadaan.







