Catat Tanggalnya! Ini Prediksi Awal Puasa Ramadhan 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Wamanews.id, 3 Januari 2026 – Bulan Suci Ramadhan selalu menjadi momen yang paling dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Selain sebagai bulan penuh keberkahan dan ampunan, Ramadhan juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi. Memasuki awal tahun 2026, banyak masyarakat yang mulai mencari tahu kapan tepatnya hari pertama puasa Ramadhan 1447 Hijriah akan dimulai.
Mengetahui jadwal awal puasa lebih dini sangat penting bagi umat Islam sebagai langkah persiapan mental, fisik, hingga spiritual. Berdasarkan metode perhitungan kalender Hijriah yang ada, terdapat beberapa prediksi mengenai kapan dimulainya ibadah puasa tahun ini.
Di Indonesia, penentuan 1 Ramadhan sering kali memiliki variasi jadwal. Hal ini disebabkan oleh perbedaan metode yang digunakan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag), organisasi Muhammadiyah, serta Nahdlatul Ulama (NU). Secara umum, terdapat dua metode utama: Hisab (perhitungan astronomis) dan Rukyatul Hilal (pengamatan langsung anak bulan).
Berikut adalah rangkuman prediksi awal puasa Ramadhan 2026 dari berbagai versi:
1. Versi Pemerintah (Kemenag RI)
Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, 1 Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Namun, perlu diingat bahwa tanggal ini masih bersifat prediksi. Pemerintah tetap akan menggelar Sidang Isbat yang biasanya dilaksanakan pada akhir bulan Sya’ban. Dalam sidang tersebut, tim dari berbagai titik di Indonesia akan melakukan pemantauan hilal secara langsung untuk memberikan keputusan resmi yang mengikat secara nasional.
2. Versi Muhammadiyah
Berbeda dengan pemerintah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah umumnya telah menetapkan jadwal jauh-jauh hari. Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Muhammadiyah memprediksi awal puasa Ramadhan 2026 jatuh lebih awal, yakni pada Rabu, 18 Februari 2026.
Jika merujuk pada ketetapan ini, maka warga Muhammadiyah akan melaksanakan salat Tarawih pertama pada Selasa malam, 17 Februari 2026. Perbedaan satu hari ini adalah hal yang lumrah terjadi di Indonesia dan tetap dijunjung tinggi dalam semangat toleransi antarumat beragama.
3. Versi Nahdlatul Ulama (NU)
Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) hingga saat ini belum mengeluarkan pengumuman resmi. NU secara konsisten menggunakan metode Rukyatul Hilal yang dilakukan serentak pada hari ke-29 bulan Sya’ban. Oleh karena itu, jadwal dari NU biasanya akan keluar bersamaan atau sejalan dengan keputusan Sidang Isbat Pemerintah.
Jika kita menghitung mundur dari hari ini, Sabtu 3 Januari 2026, maka umat Islam di Indonesia memiliki waktu sekitar 6 minggu 4 hari (versi Muhammadiyah) atau 6 minggu 5 hari (versi Pemerintah) menuju bulan suci. Waktu yang tersisa kurang dari dua bulan ini merupakan saat yang tepat bagi umat Muslim untuk mulai membayar hutang puasa tahun lalu serta mempersiapkan fisik menyambut bulan penuh kemuliaan.
Daftar Lengkap Kalender Ramadhan 2026 (Versi KHGT)
Bagi Anda yang ingin menyusun agenda kegiatan selama bulan puasa, berikut adalah rincian penanggalan Ramadhan 1447 H berdasarkan hitungan astronomis:
- 1 – 5 Ramadhan: 18 – 22 Februari 2026
- 6 – 10 Ramadhan: 23 – 27 Februari 2026
- 11 – 15 Ramadhan: 28 Februari – 4 Maret 2026
- 16 – 20 Ramadhan: 5 – 9 Maret 2026
- 21 – 25 Ramadhan: 10 – 14 Maret 2026
- 26 – 30 Ramadhan: 15 – 19 Maret 2026
Meski awal puasa belum diputuskan secara resmi melalui Sidang Isbat, pemerintah telah menetapkan jadwal libur Lebaran 2026 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat merencanakan mudik dan liburan keluarga lebih awal.
Berikut adalah rincian libur nasional dan cuti bersama Idul Fitri 1447 H:
- Jumat, 20 Maret 2026: Cuti Bersama Idul Fitri
- Sabtu, 21 Maret 2026: Libur Nasional Idul Fitri (Hari Pertama)
- Minggu, 22 Maret 2026: Libur Nasional Idul Fitri (Hari Kedua)
- Senin, 23 Maret 2026: Cuti Bersama Idul Fitri
- Selasa, 24 Maret 2026: Cuti Bersama Idul Fitri
Dengan adanya libur panjang selama 5 hari berturut-turut, masyarakat diharapkan dapat merayakan hari kemenangan dengan penuh suka cita bersama keluarga di kampung halaman. Tetap pantau perkembangan informasi resmi dari Kementerian Agama untuk pengumuman Sidang Isbat mendatang.





