Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Cegah Gagal Panen: Pemprov Sulsel Bagikan 300 Pompa Air Gratis ke Petani 

Wamanews.id, 28 Juli 2026 – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) bergerak cepat melakukan langkah-langkah mitigasi guna mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap produktivitas sektor pertanian dan pasokan air bersih masyarakat. Sebanyak 300 unit bantuan pompa air gratis disiapkan untuk didistribusikan langsung kepada kelompok tani di berbagai daerah rawan kekeringan.

Penyaluran bantuan ini bertujuan untuk menjaga indeks pertanaman (planting index) serta mencegah potensi gagal panen akibat minimnya curah hujan dalam beberapa bulan mendatang.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengungkapkan bahwa proses pendaftaran dan pengusulan lokasi penerima bantuan tengah berjalan. Pihaknya telah menyurat secara resmi kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota se-Sulsel untuk segera menyerahkan data pemetaan wilayah pertanian yang terdampak krisis air.

“Kita sudah menyiapkan sekitar 300 pompa. Saya sudah bersurat kepada seluruh kabupaten/kota agar segera memasukkan data lokasi yang membutuhkan. Dalam waktu dekat ini akan kita distribusikan,” ujar Andi Sudirman saat memberikan keterangan di Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Senin (27/7/2026).

Kendati dialokasikan secara gratis, Pemprov Sulsel menerapkan prinsip kehati-hatian agar bantuan alat mesin pertanian (alsintan) ini tepat sasaran. Gubernur menginstruksikan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) Provinsi Sulsel untuk menerjunkan tim teknis ke lapangan guna melakukan verifikasi dan survei geospasial.

Verifikasi ini bertujuan untuk memastikan lahan pertanian yang diusulkan benar-benar mengalami penurunan debit air, tetapi masih memiliki potensi air permukaan (sungai, embung, atau sumur dalam) yang dapat dipompa.

“TPHBun sudah saya instruksikan melakukan survei terhadap lahan yang benar-benar kering tetapi masih memiliki sumber air untuk dipompa. Jangan sampai kita menyalurkan pompa ke lokasi yang memang tidak memiliki sumber air. Semua kelompok tani yang memenuhi kriteria akan kita bantu secara gratis,” tegas Andi Sudirman.

Ia menambahkan, pengadaan ratusan unit pompa air tersebut merupakan hasil kolaborasi sinergis antara Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulsel dan dukungan Kementerian Pertanian RI (Kementan).

Tidak hanya berfokus pada ketahanan pangan dan lahan pertanian, Pemprov Sulsel turut memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman krisis air bersih bagi kebutuhan domestik rumah tangga, khususnya di kawasan padat penduduk dan perkotaan seperti Kota Makassar.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan, Amson Padolo, menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau dinamika cuaca dan mengintensifkan koordinasi bersama BPBD di seluruh kabupaten/kota.

Sebagai langkah konkrit, armada mobil tangki air bersih telah disiagakan dan siap diterjunkan sewaktu-waktu ke titik-titik pemukiman warga yang melaporkan kekurangan pasokan air bersih.

“Daerah-daerah yang berpotensi mengalami krisis air, termasuk kawasan perkotaan seperti Makassar, sudah melakukan langkah antisipasi. BPBD kabupaten/kota telah menyiapkan armada mobil tangki air untuk segera didistribusikan ke wilayah-wilayah yang mengalami kekurangan air bersih,” ungkap Amson.

Melalui perpaduan bantuan teknis pompa air bagi para petani dan pengawasan distribusi air bersih harian bagi warga, Pemprov Sulsel optimistis dapat menekan dampak ekonomi maupun sosial akibat musim kemarau tahun ini. 

Penulis

Related Articles

Back to top button