Pengelolaan Keuangan Wajo Diakui BPK, WTP Diraih 12 Tahun Tanpa Putus!

Wamanews.id, 5 Juni 2025 – Pemerintah Kabupaten Wajo kembali mencetak prestasi gemilang dalam tata kelola keuangan. Untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut, Wajo sukses meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024.
Penyerahan opini WTP dilakukan langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Sulsel, Winner Franky Halomoan Manalu, kepada Bupati Wajo, H. Andi Rosman, dalam seremoni resmi yang berlangsung di Kantor BPK RI Perwakilan Sulsel di Makassar, Rabu (4/6/2025) sekitar pukul 16.15 WITA.
Bupati Wajo, H. Andi Rosman, dalam keterangannya menyebutkan bahwa pencapaian ini bukan semata soal penghargaan, melainkan cerminan dari sistem pemerintahan yang terus menjaga integritas, transparansi, dan akuntabilitas di setiap lini anggaran.
“Opini WTP ke-12 ini bukan sekadar capaian administratif, tapi bentuk komitmen kami menjaga kepercayaan publik melalui pengelolaan keuangan yang terbuka, jujur, dan akuntabel,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa capaian ini merupakan pijakan untuk melanjutkan reformasi birokrasi dan memperkuat pengawasan internal demi efisiensi anggaran dan perbaikan layanan publik yang berkelanjutan.
Meski berhasil meraih WTP, Bupati H. Andi Rosman menekankan pentingnya menindaklanjuti seluruh catatan dan rekomendasi dari BPK sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan administratif.
“WTP adalah amanah. Kami akan menindaklanjuti seluruh catatan dan rekomendasi BPK agar pengelolaan keuangan semakin tertib dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tambah H. Andi Rosman.
Ia juga berharap adanya kesinambungan pembinaan dari BPK kepada pemerintah daerah sebagai bagian dari kolaborasi dalam memperbaiki kualitas laporan keuangan daerah secara menyeluruh.
Bupati H. Andi Rosman, yang merupakan alumnus STPDN Jatinangor, tidak lupa memberikan penghargaan kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Wajo atas kerja keras dan kolaborasi yang memungkinkan tercapainya predikat tertinggi ini.
“Keberhasilan ini adalah hasil dari sinergi lintas sektor. ASN harus tetap adaptif, profesional, dan menjunjung tinggi pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Rosman, pelayanan prima bukan hanya tentang birokrasi yang efisien, tapi juga tentang semangat pengabdian terhadap negara dan rakyat yang dilayani.
Dengan WTP ke-12 ini, Wajo tak hanya meneguhkan posisinya sebagai salah satu daerah dengan tata kelola keuangan terbaik di Sulawesi Selatan, tapi juga menjadi role model bagi daerah lain dalam menjaga integritas fiskal di tengah keterbatasan sumber daya dan meningkatnya ekspektasi publik.
Penghargaan ini sekaligus membuktikan bahwa Wajo mampu mengelola keuangan daerah secara profesional dan tanggap terhadap kebutuhan zaman, bahkan saat menghadapi dinamika ekonomi dan birokrasi yang terus berubah.
Dengan deretan penghargaan dan pencapaian ini, Wajo menunjukkan bahwa disiplin anggaran, keterbukaan informasi, dan sinergi internal adalah fondasi utama dalam membangun pemerintahan yang bersih dan dipercaya publik. Kini, masyarakat tinggal menunggu implementasi nyata dari tata kelola keuangan yang baik ke arah peningkatan pelayanan publik yang lebih berkualitas.







