Bahaya Tidur Setelah Sahur! Bisa Picu Serangan Jantung hingga Obesitas

Wamanews.id, 9 Maret 2025 – Banyak orang memilih melanjutkan tidur setelah sahur agar tetap segar saat menjalani aktivitas harian. Namun, tahukah kamu bahwa kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan? Mulai dari gangguan pencernaan hingga meningkatkan risiko penyakit jantung, tidur setelah sahur bukanlah pilihan yang bijak.
Berikut ini adalah beberapa bahaya tidur setelah sahur yang perlu diwaspadai:
1. GERD atau Refluks Asam Lambung
Tidur setelah makan bisa memicu Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), yaitu naiknya asam lambung ke kerongkongan akibat katup lambung yang tidak tertutup sempurna. Akibatnya, makanan yang belum dicerna dengan baik bisa naik kembali ke kerongkongan, menyebabkan sensasi panas di dada, mual, sendawa berlebihan, hingga mulut terasa pahit.
Untuk mencegah GERD, disarankan untuk tidak tidur setidaknya 3 jam setelah makan.
2. Meningkatkan Asam Lambung
Selain GERD, tidur setelah sahur juga bisa meningkatkan produksi asam lambung. Gejalanya meliputi nyeri di perut kiri atas, sensasi panas di dada, hingga rasa tidak nyaman di perut.
Agar terhindar dari masalah ini, cobalah untuk duduk atau melakukan aktivitas ringan setelah makan sahur sebelum kembali tidur.
3. Sakit Tenggorokan
Asam lambung yang naik ke kerongkongan juga bisa menyebabkan iritasi pada tenggorokan, sehingga menimbulkan rasa panas atau nyeri. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan saat berbicara atau makan.
4. Sembelit
Tidur setelah sahur dapat mengganggu proses pencernaan dan memperlambat pengosongan lambung. Akibatnya, risiko mengalami sembelit meningkat, terutama jika konsumsi serat dalam makanan rendah.
Untuk menghindari sembelit, perbanyak konsumsi buah dan sayuran, serta minum cukup air selama waktu sahur dan berbuka.
5. Menurunkan Kualitas Tidur
Tidur setelah makan, terutama setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula, bisa menyebabkan gangguan tidur. Ini karena makanan berlemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga tubuh tetap bekerja meski seharusnya beristirahat.
Agar tidur lebih berkualitas, pastikan untuk memberi jeda waktu setelah sahur sebelum kembali tidur.
6. Meningkatkan Berat Badan
Kurangnya aktivitas fisik selama puasa, ditambah kebiasaan tidur setelah sahur, dapat menyebabkan penimbunan lemak dalam tubuh. Asupan kalori yang tidak terbakar dengan baik akan meningkatkan risiko obesitas, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan masalah berat badan.
7. Risiko Serangan Jantung
Salah satu bahaya terbesar tidur setelah sahur adalah meningkatnya risiko serangan jantung. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari dua jam setelah makan memiliki risiko 2,8 kali lebih besar mengalami peningkatan tekanan darah sepanjang malam. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini bisa berujung pada penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke.
Agar terhindar dari berbagai risiko kesehatan di atas, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:
- Beri jeda minimal 2-3 jam sebelum tidur setelah sahur.
- Lakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki atau duduk setelah makan.
- Hindari makanan berlemak dan tinggi gula saat sahur.
- Perbanyak konsumsi serat dari buah dan sayur untuk melancarkan pencernaan.
- Minum cukup air putih agar tetap terhidrasi dengan baik.
Dengan menerapkan kebiasaan yang lebih sehat setelah sahur, kamu bisa menjalani puasa dengan tubuh yang lebih bugar dan terhindar dari berbagai risiko penyakit!







