Update Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: 218 Orang Selamat, 4 Meninggal Dunia

Wamanews.id, 3 Agustus 2026 – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) merilis pembaruan data terkait musibah kecelakaan laut yang menimpa Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa II. Kapal penumpang rute pelayaran dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) tersebut mengalami kebakaran hebat di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Berdasarkan pembaruan data resmi dari Kantor SAR Surabaya hingga Minggu sore (2/8/2026) pukul 15.15 WIB, total korban yang berhasil dievakuasi dari atas dek kapal maupun dari perairan mencapai 222 orang. Dari keseluruhan penumpang dan kru yang terdata, sebanyak 218 orang dipastikan selamat dari maut, sementara empat orang korban lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Humas Kantor SAR Surabaya, Novita Nirmala, mengonfirmasi bahwa proses evakuasi para korban di tengah laut berjalan secara simultan berkat bantuan dan koordinasi cepat dengan enam armada kapal niaga yang sedang melintas di sekitar perairan Madura.
Keenam armada kapal tersebut langsung mengalihkan rute dan memberikan bantuan darurat guna mengangkat para penumpang dari laut maupun memboyong mereka dari badan kapal yang membara.
Tabel: Rincian Hasil Evakuasi Korban KM Mutiara Sentosa II oleh Tim Gabungan
| Armada Kapal Penyelamat | Korban Selamat | Korban Meninggal Dunia | Total Diangkat |
| KM Meratus Pematang Siantar | 109 Orang | 2 Orang | 111 Orang |
| TB Hasnur | 65 Orang | – | 65 Orang |
| KM Transco Arafura | 17 Orang | – | 17 Orang |
| KM Meratus Project 3 | 13 Orang | 1 Orang | 14 Orang |
| KM Prakarsa Mas | 7 Orang | – | 7 Orang |
| KM SC Aila XVII | 7 Orang | – | 7 Orang |
| TOTAL AKUMULASI | 218 Orang | 4 Orang | 222 Orang |
Laporan awal insiden terbakarnya kapal milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) ini pertama kali diinformasikan oleh sang nakhoda pada Minggu pagi (2/8/2026) sekitar pukul 08.24 WIB.
Pihak manajemen PT ALP melaporkan bahwa kontak awal dari nakhoda menyebutkan titik api mulai berkobar di area perairan utara Madura pada rentang pukul 06.00 hingga 07.00 WIB.
Namun, situasi mendadak berubah menjadi sangat genting dan mencekam beberapa saat kemudian. Nakhoda dan perwira kapal mendadak tidak dapat dihubungi kembali, memicu kekhawatiran besar mengenai keselamatan seluruh penumpang di dalam kapal.
“Pihak perusahaan kapal mendapat info dari nakhoda bahwa kapal terbakar di ujung utara Madura sekitar pukul 06.00-07.00 WIB dan setelah itu nakhoda tidak dapat dihubungi kembali,” ujar Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit.
Menanggapi kondisi darurat tersebut, Kantor SAR Surabaya bergerak cepat berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak serta Pos SAR Sumenep. Tim langsung terhubung dengan Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget untuk memancar sinyal bahaya (distress) ke kapal-kapal di sekitarnya.
Titik koordinat pasti kapal terdeteksi melalui komunikasi dengan KM Meratus Project 3, yang mengonfirmasi bahwa posisi KM Mutiara Sentosa II berada pada jarak sekitar 19 mil laut di sebelah utara Pulau Buruan, Sapudi.
Seiring dengan tuntasnya tahap awal proses evakuasi para korban, aparat kepolisian bergerak cepat untuk mengusut tuntas penyebab pasti memicu timbulnya kobaran api di dalam KM Mutiara Sentosa II.
Polda Jawa Timur secara resmi telah menerbitkan Surat Perintah Nomor: Sprin/73/VIII/RES 1.24./2026 tertanggal 1 Agustus 2026 sebagai dasar hukum pelibatan personel Direktorat Polairud Polda Jatim dalam memeriksa penanganan kecelakaan kapal tersebut.
Kasi Intel Air Polda Jatim, Kompol Riyanto, menyatakan bahwa tim khusus yang terdiri dari personel penyidik dan unit intelijen langsung diterjunkan menuju lokasi perairan Madura.
“Tim penyidik dan intelijen Polda Jatim akan diterjunkan ke kawasan perairan Madura. Personel unit lidik ada 7 orang yang diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan evakuasi serta pengumpulan data dan barang bukti di lapangan,” tegas Kompol Riyanto.
Proses penanganan lanjutan kini berfokus pada pendataan ulang identitas seluruh korban selamat di titik pengungsian darurat, penyerahan jenazah empat korban tewas kepada pihak keluarga, serta investigasi kelayakan armada kapal.





