Prabowo Buktikan Manfaat Makan Bergizi Gratis: Dari Pangkas Kesenjangan Hingga Serap Ribuan Tenaga Kerja

Wamanews.id, 13 Februari 2026 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat menuai pro dan kontra di masa kampanye, kini mulai menunjukkan taringnya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program ini bukan sekadar tentang membagikan makanan, melainkan strategi besar untuk memangkas jurang pemisah antara si kaya dan si miskin di tanah air.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam acara peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri dan gudang ketahanan pangan Polri yang berlokasi di Palmerah, Jakarta Barat, pada Jumat (13/2/2026). Di hadapan para pejabat dan awak media, Prabowo membawa kabar optimis dari berbagai daerah yang sudah merasakan dampak langsung dari kebijakan ini.
Salah satu indikator keberhasilan yang paling dibanggakan Presiden adalah laporan dari sejumlah kepala daerah mengenai perbaikan data ekonomi makro di tingkat kabupaten. Program MBG disebut efektif menekan angka ketimpangan ekonomi yang selama ini menjadi tantangan besar Indonesia.
“Saya mendapat laporan dari beberapa kabupaten, kepala daerah sekarang yakin manfaat dari MBG karena mengurangi kesenjangan antara yang kaya dan miskin. Itu diukur dari Gini ratio, Gini ratioberkurang,” ujar Prabowo dengan nada optimis.
Penurunan Gini ratio menunjukkan bahwa distribusi pendapatan dan manfaat ekonomi kini mulai merembes hingga ke lapisan masyarakat terbawah.
Melalui akses pangan bergizi yang terjamin bagi anak-anak, beban pengeluaran rumah tangga kelas bawah berkurang signifikan, sehingga sisa pendapatan mereka dapat dialokasikan untuk kebutuhan produktif lainnya.
Selain urusan nutrisi, MBG ternyata bertransformasi menjadi mesin pencipta lapangan kerja di pelosok daerah. Presiden Prabowo merinci bahwa setiap satu unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur pusat mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah yang tidak sedikit.
“Lapangan kerja dibentuk. Satu dapur, satu SPPG, ada 50 orang bekerja. Yang tadinya tidak punya penghasilan, sekarang bisa bekerja. Mereka bisa bantu suami, bisa bantu anaknya,” jelasnya.
Jika program ini terus direplikasi di ribuan titik di seluruh Indonesia, maka jutaan lapangan kerja baru bagi tenaga masak, logistik, hingga pengelola gudang pangan akan tercipta secara organik. Ini merupakan jawaban atas tantangan pengangguran pasca-pandemi dan perlambatan ekonomi global.
Dalam pidatonya, Prabowo juga tidak segan mengenang masa-masa sulit saat pertama kali menggagas ide Makan Bergizi Gratis. Ia mengaku sering menjadi sasaran ejekan, bahkan dari kalangan yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi.
“Waktu saya melancarkan program ini saya diejek, saya dijelek-jelekin, saya dituduh macam-macam. Saya juga tidak mengerti, bahkan yang banyak mengejek adalah orang-orang yang terdidik, profesor-profesor terkenal mengejek dan menghina saya,” ungkap Prabowo mengenang masa tersebut.
Banyak pihak saat itu meramalkan bahwa program ini akan gagal total, menghambur-hamburkan uang negara, atau hanya sekadar janji politik. Namun, Prabowo memandang kritikan tajam tersebut dengan kepala dingin, meski ia tidak menampik adanya rasa sedih ketika hal-hal yang dibutuhkan rakyat justru diserang.
“Mungkin sebagai ungkapan dendam dan dengki, mungkin itu biasa. Tapi sesuatu yang menyerang hal yang sangat diperlukan oleh orang-orang yang belum kuat ekonominya, sungguh menyedihkan bagi saya. Tapi saya yakin waktu itu saya berada di atas jalan yang benar,” tegasnya.
Tabel: Dampak Nyata Program MBG Tahun 2026
| Sektor Dampak | Manfaat yang Dirasakan |
| Ekonomi Makro | Penurunan Gini Ratio (pengurangan ketimpangan). |
| Ketenagakerjaan | Penyerapan ±50 tenaga kerja per satu unit SPPG. |
| Ketahanan Pangan | Pemanfaatan bahan baku lokal dari petani daerah. |
| Kesehatan | Peningkatan kualitas gizi generasi mendatang (SDM). |
Presiden Prabowo menyadari bahwa program ini mungkin dipandang sebelah mata oleh kelompok masyarakat kelas atas yang sudah berkecukupan. Namun, ia menekankan bahwa tugas negara adalah melayani mayoritas, bukan segelintir orang.
“Makan bergizi gratis mungkin tidak penting untuk orang-orang yang cukup berada, mungkin tidak penting bagi mereka yang di atas. Tapi di seluruh dunia yang saya pelajari, makan bergizi gratis adalah sangat-sangat diperlukan oleh mayoritas rakyat,” pungkasnya.
Peresmian gudang ketahanan pangan dan pusat pelayanan gizi oleh Polri ini menjadi simbol sinergi antarlembaga untuk memastikan program MBG berjalan lancar, tepat sasaran, dan bebas dari kebocoran anggaran.







