Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Wajo

Lestarikan Kearifan Lokal, Lomba Perahu Tradisional dan Ritual Maccera Tappareng Hiasi Danau Tempe 

Wamanews.id, 15 Juni 2026 – Kawasan eksotis Danau Tempe di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, mendadak riuh dan dipadati ribuan warga pada Minggu (14/6/2026). Masyarakat nelayan setempat kembali menggelar ritual tahunan pesta rakyat yang sarat akan nilai spiritual, budaya, dan kegotongroyongan. Mengangkat tradisi leluhur, acara syukuran nelayan tahun ini dimeriahkan dengan menggelar lomba perahu tradisional serta ritual sakral Maccera Tappareng.

Kegiatan budaya yang menyedot perhatian wisatawan domestik ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin. Sebanyak 16 perahu tradisional milik nelayan setempat ambil bagian dalam perlombaan adu cepat di atas riak air Danau Tempe. Sorak-sorai penonton dari pinggir danau pun bergemuruh menyemangati para pendayung yang berjuang menjadi yang tercepat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap konsistensi masyarakat nelayan dalam merawat warisan leluhur. Menurutnya, perlombaan perahu yang terbagi dalam tiga kelas kompetisi tersebut bukan sekadar ajang unjuk ketangkasan fisik semata, melainkan instrumen penting untuk merekatkan tali silaturahmi.

“Perlombaan yang terbagi dalam tiga kelas itu menjadi bagian dari rangkaian pesta rakyat nelayan yang bertujuan mempererat solidaritas masyarakat bersama pemerintah sekaligus melestarikan kearifan lokal. Melalui kegiatan ini, diharapkan tradisi yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat dapat terus lestari, sekaligus mempererat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan,” ungkap Baso Rahmanuddin di sela-sela pembukaan acara.

Tabel: Rangkaian Kegiatan Pesta Rakyat Nelayan Danau Tempe 2026

Nama Kegiatan / RitualDetail Pelaksanaan LapanganEsensi & Nilai Filosofis
Maccera TapparengRitual adat penenggelaman kepala kerbau ke dasar danau.Simbol penghormatan alam, tolak bala, dan rasa syukur atas hasil tangkapan.
Lomba Perahu TradisionalDiikuti oleh 16 perahu yang terbagi dalam 3 kelas kompetisi.Menguji ketangkasan, memupuk sportivitas, dan solidaritas antar-nelayan.
Pesta Rakyat KebersamaanMelibatkan sinergi masyarakat pesisir dan jajaran Pemkab Wajo.Penguatan komitmen bersama dalam menjaga ekosistem Danau Tempe.

Sebelum riuh rendah perlombaan perahu dimulai, atmosfer khidmat lebih dahulu menyelimuti Danau Tempe saat fajar menyingsing. Masyarakat adat melaksanakan prosesi utama yang dinamakan Maccera Tappareng(menyucikan danau). Ritual ini dipimpin oleh pemuka adat dan disaksikan langsung oleh para tokoh masyarakat serta jajaran kepemerintahan.

Dalam prosesi ritual pra-lomba tersebut, penggunaan kepala kerbau menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian ritual adat yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak ratusan tahun silam. Kepala kerbau tersebut dilarung dan ditenggelamkan ke dalam danau sebagai simbol ungkapan rasa syukur yang mendalam atas rezeki hasil tangkapan ikan yang melimpah, sekaligus permohonan doa keselamatan bagi para nelayan saat mencari nafkah di perairan.

Bagi masyarakat lokal, Danau Tempe bukan sekadar bentang alam penghasil ikan, melainkan ruang hidup spiritual yang harus dihormati dan dijaga keseimbangannya. Ritual Maccera Tappareng menjadi pengingat bagi generasi muda agar tidak mengeksploitasi danau secara berlebihan dan merusak lingkungan.

Kegiatan rutin ini disambut penuh sukacita oleh warga pesisir. Sukri, salah seorang nelayan lokal yang hadir di lokasi, mengungkapkan bahwa syukuran nelayan Danau Tempe memiliki makna mendalam yang melampaui euforia sebuah pesta rakyat tahunan. Bagi komunitasnya, perayaan ini merupakan wadah penegasan identitas kultural mereka sebagai pelaut ulung dan penjaga tradisi air.

“Harapan kami tradisi ini tetap dilestarikan karena menjadi identitas masyarakat nelayan sekaligus mempererat hubungan antarsesama,” tutur Sukri penuh harap.

Pemerintah Kabupaten Wajo pun berkomitmen untuk terus memberikan dukungan regulasi maupun fasilitas agar pesta rakyat nelayan Danau Tempe ini dapat dikemas menjadi kalender wisata budaya unggulan skala nasional. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat nelayan di sekitar Danau Tempe.

Penulis

Related Articles

Back to top button