Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

News

Waspada Modus Silent Call! Panggilan Misterius Tanpa Suara yang Bisa Kloning Suara AI Anda 

Wamanews.id, 21 Mei 2026 – Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga memicu lahirnya modus kejahatan siber yang kian canggih. Badan Kepegawaian Negara (BKN) secara resmi merilis peringatan dini kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat luas untuk memperketat kewaspadaan terhadap fenomena silent call atau panggilan telepon hening dari nomor asing.

Modus penipuan digital ini dinilai sangat berbahaya karena tidak sekadar mengganggu kenyamanan, melainkan menjadi pintu masuk bagi sindikat kejahatan untuk melakukan pencurian data pribadi skala masif. Melalui akun Instagram resminya, BKN menegaskan bahwa respons spontan masyarakat saat menerima telepon misterius ini dapat berujung fatal.

“Bisa jadi silent call yang digunakan pelaku untuk memastikan nomor Anda aktif sebelum digunakan untuk spam, phishing, atau penipuan digital,” tulis BKN dalam keterangan resminya yang dikutip pada Kamis (21/5/2026).

Secara teknis, silent call adalah sebuah panggilan masuk dari nomor telepon yang tidak dikenal, di mana ketika korban mengangkat atau menjawab panggilan tersebut, sama sekali tidak terdengar suara, percakapan, ataupun interaksi dari pihak penelepon.

Otoritas siber BKN menguraikan sedikitnya ada tiga risiko utama yang mengintai korban jika terjebak dan merespons panggilan hening ini secara ceroboh:

  1. Ancaman Identitas Pribadi: Telepon yang terkonfirmasi aktif akan dicatat oleh sistem pelaku untuk dijadikan target operasi pencurian identitas (identity theft).
  2. Banjir Spam dan Phishing: Data nomor telepon yang valid dan aktif kerap diperjualbelikan di pasar gelap (dark web) kepada pihak ketiga untuk kepentingan kampanye iklan massal ilegal (spamming) maupun penjebakan siber (phishing).
  3. Kerugian Finansial Nyata: Pada tingkat lanjut, data yang bocor dikombinasikan untuk membobol akun perbankan digital atau melakukan penipuan transaksi atas nama korban.

Salah satu poin paling krusial yang disorot oleh BKN adalah pemanfaatan teknologi voice cloning berbasis AI oleh para pelaku penipuan modern. Hanya dari satu kata sederhana yang diucapkan oleh korban, pelaku dapat mereplikasi identitas suara tersebut secara identik.

Guna meminimalisir jatuhnya korban jiwa dari kejahatan siber berbasis kecerdasan buatan ini, BKN membagikan sejumlah tips aman dan langkah mitigasi mandiri yang bisa langsung dipraktikkan oleh masyarakat di ponsel masing-masing:

  • Jangan Dijawab: Jika menerima panggilan dari nomor asing yang tidak terdaftar di kontak dan terasa mencurigakan, biarkan saja dan abaikan panggilan tersebut hingga mati.
  • Jangan Menelepon Balik: Melakukan panggilan ulang (call back) ke nomor misterius tersebut justru menjadi konfirmasi bagi sistem pelaku bahwa nomor Anda adalah pengguna aktif yang responsif.
  • Blokir Nomor Secara Permanen: Manfaatkan fitur pemblokiran bawaan ponsel atau aplikasi pelacak nomor terpercaya untuk menutup akses nomor-nomor mencurigakan.
  • Benteng Data Pribadi: Jaga kerahasiaan data sensitif. Jangan pernah sekali-kali membagikan kode OTP (One-Time Password), nomor PIN, ataupun nama ibu kandung kepada pihak mana pun yang menghubungi lewat telepon.

Dengan mengenali modus ini sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dan tenang dalam menyikapi interaksi digital, sehingga ekosistem ruang siber di Indonesia tetap aman dari ancaman kejahatan berbasis kecerdasan buatan.

Penulis

Related Articles

Back to top button