Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

NasionalSulSel

Minyak Dunia Langka, Penjualan Mobil Listrik BYD di Sulsel Meroket Tajam hingga 152 Persen

Wamanews.id, 10 April 2026 – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berujung pada isu penutupan Selat Hormuz mulai berdampak nyata pada perilaku konsumsi masyarakat di Sulawesi Selatan. Ancaman kelangkaan pasokan minyak dunia yang memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) konvensional membuat warga mulai melirik alternatif transportasi yang lebih stabil. Fenomena ini memicu lonjakan signifikan pada angka penjualan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di wilayah ini.

Masyarakat kini mulai mempertimbangkan faktor efisiensi jangka panjang. Kendaraan listrik dinilai jauh lebih tangguh dalam menghadapi fluktuasi harga energi global karena tidak lagi bergantung pada bahan bakar fosil yang distribusinya kini tengah terganggu.

Salah satu merek otomotif yang meraup berkah dari pergeseran tren ini adalah BYD, produsen kendaraan listrik raksasa asal Cina. Melalui dealer resminya, PT Bumi Hijau Motor (Haka Auto), BYD mencatatkan performa penjualan yang luar biasa, khususnya untuk wilayah Sulawesi Selatan dan Kota Makassar.

Branch Manager BYD Haka Karebosi, Ariandy Kaimuddin, mengungkapkan bahwa sejak isu kelangkaan minyak mengemuka ke publik, terjadi gelombang pemesanan unit yang cukup masif. Masyarakat yang sebelumnya masih ragu untuk beralih ke EV, kini semakin yakin bahwa kendaraan listrik adalah solusi paling masuk akal saat ini.

“Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada bulan sebelumnya, kami mencatat adanya peningkatan yang cukup signifikan dalam satu bulan terakhir. Secara data, terjadi peningkatan hingga 37,5 persen pada sisi surat pemesanan kendaraan (SPK),” jelas Ariandy saat memberikan keterangan kepada media, Kamis (9/4/2026).

Angka pertumbuhan ini semakin mencengangkan jika ditarik dalam perspektif tahunan. Kesadaran masyarakat akan teknologi hijau dan efisiensi biaya operasional telah menciptakan lompatan besar dalam pasar otomotif Sulsel.

Menurut Ariandy, faktor pendorong meroketnya angka penjualan ini tidak hanya disebabkan oleh rasa khawatir akan kelangkaan minyak. Edukasi mengenai keunggulan teknologi yang dibawa oleh BYD juga telah meresap ke lapisan masyarakat Makassar.

“Peningkatan ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, khususnya BYD, terus bertumbuh di wilayah Sulawesi Selatan. Hal ini sejalan dengan semakin tingginya pemahaman masyarakat terhadap efisiensi, teknologi, serta keunggulan kendaraan listrik dibandingkan mobil konvensional,” terangnya.

Isu kelangkaan minyak bertindak sebagai katalis atau percepatan bagi masyarakat untuk berani mengambil keputusan berpindah moda transportasi. Dengan biaya pengisian daya yang jauh lebih murah dibandingkan membeli BBM non-subsidi, pengguna EV dapat menghemat pengeluaran bulanan mereka secara drastis.

Secara kasat mata, populasi mobil listrik bermerek BYD kini semakin mudah dijumpai di jalan-jalan protokol Kota Makassar. Tren pertumbuhan ini diprediksi akan terus berlanjut seiring dengan rencana pemerintah yang semakin gencar membangun infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai titik strategis di Sulawesi Selatan.

Hingga saat ini, BYD Haka Karebosi masih menjadi satu-satunya cabang resmi yang melayani kebutuhan konsumen di wilayah Sulawesi Selatan. Hal ini menjadikan mereka sebagai barometer utama pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia Timur.

“Untuk jumlah pengguna BYD di Makassar, saat ini kami masih melakukan pendataan secara lebih komprehensif. Namun yang pasti, pertumbuhannya sangat pesat dalam beberapa waktu terakhir,” pungkas Ariandy.

Transformasi energi di sektor otomotif Sulawesi Selatan kini bukan lagi sekadar wacana lingkungan, melainkan sudah menjadi kebutuhan ekonomi yang mendesak di tengah ketidakpastian kondisi global. 

Penulis

Related Articles

Back to top button