Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Nasional

Tanya Gaji Berujung Luka: 2 Pekerja Tambang di Kolaka Dikeroyok 4 TKA China

Wamanews.id, 30 Januari 2026 – Situasi kerja di kawasan pertambangan Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), mendadak mencekam menyusul terjadinya aksi kekerasan fisik yang melibatkan tenaga kerja lokal dan tenaga kerja asing (TKA). 

Dua pekerja asal Indonesia di PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) dilaporkan menjadi korban pengeroyokan oleh empat oknum TKA asal China.

Peristiwa yang memicu kemarahan publik ini dilaporkan terjadi pada Kamis (29/1/2026). Ironisnya, pengeroyokan tersebut dipicu oleh hal yang sangat mendasar dalam hubungan industrial, yakni pertanyaan mengenai hak upah atau gaji.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, insiden bermula saat dua pekerja lokal mendatangi seorang pengawas yang merupakan warga negara asing (WNA) asal China. Maksud kedatangan mereka adalah untuk mempertanyakan kepastian mengenai gaji mereka. Namun, alih-alih mendapatkan jawaban yang memuaskan, percakapan tersebut justru memanas.

Ketegangan verbal atau cekcok mulut tak terelakkan. Situasi semakin tidak terkendali ketika tiga rekan pengawas TKA lainnya ikut campur dalam perselisihan tersebut. Aksi pengeroyokan pun terjadi secara tidak seimbang, di mana dua pekerja lokal tersebut harus menghadapi empat orang TKA China sekaligus.

Kapolres Kolaka, Yudha Widyatama Nugraha, mengonfirmasi kebenaran insiden memilukan tersebut. “Dua korban ini menanyakan gaji ke pengawas WNA, tapi cekcok dan terjadi aksi pengeroyokan,” ujar Yudha dalam keterangan resminya kepada awak media.

Akibat pengeroyokan tersebut, kedua pekerja lokal mengalami cidera yang cukup serius. Dilaporkan bahwa keduanya menderita luka robek di bagian kepala akibat hantaman benda atau benturan fisik selama pengeroyokan berlangsung. Darah yang mengucur dari luka kepala tersebut membuat rekan kerja lainnya segera memberikan pertolongan pertama dan melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib.

Mendapatkan laporan adanya keributan di kawasan objek vital nasional tersebut, personel Kepolisian Resor (Polres) Kolaka segera diterjunkan ke lokasi untuk meredam situasi agar tidak meluas menjadi konflik antar-kelompok.

Polisi bertindak cepat dengan mengamankan keempat TKA China yang diduga terlibat dalam pengeroyokan. Saat ini, keempatnya tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Kolaka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum yang berlaku di Indonesia.

Pihak manajemen PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) segera mengambil langkah strategis untuk meredam tensi dan memberikan kompensasi kepada korban. Selain menanggung seluruh biaya pengobatan hingga pulih, perusahaan memberikan kebijakan yang cukup mengejutkan sebagai bentuk permohonan maaf dan tanggung jawab moral.

AKBP Yudha mengungkapkan bahwa pihak perusahaan telah berkomitmen untuk memberikan kepastian karier bagi kedua korban pengeroyokan tersebut. “Pihak perusahaan akan memberikan bantuan pengobatan kepada korban dan direkrut jadi pegawai secara tetap,” tegasnya.

Langkah ini diharapkan dapat memulihkan moril korban serta menjaga stabilitas hubungan antara manajemen perusahaan dan tenaga kerja lokal yang sempat tegang akibat insiden tersebut.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi lintas budaya dan kepatuhan terhadap hukum bagi para TKA yang bekerja di Indonesia. Kapolres Kolaka menghimbau agar seluruh elemen masyarakat, terutama para pekerja di sektor pertambangan, untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian.

“Kami mengajak seluruh tenaga kerja dan masyarakat Kolaka secara umum untuk menjaga kondusivitas di wilayah Kolaka. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat merusak kedamaian daerah kita,” pungkas Yudha.

Kasus ini kini dalam pengawasan ketat pihak berwenang guna memastikan keadilan bagi pekerja lokal, sembari memastikan bahwa iklim investasi di Kabupaten Kolaka tetap berjalan dengan aman tanpa mencederai hak-hak asasi manusia para pekerjanya.

Penulis

Related Articles

Back to top button