Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

NewsSulSel

Tiga Nyawa Melayang dan Rp 253 Miliar Lenyap: Duka Mendalam di Balik Kebakaran DPRD Makassar

Wamanews.id, 30 Agustus 2025 – Insiden pembakaran gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar pada Jumat malam (29/8/2025) bukan hanya menyisakan puing-puing hangus dan kerugian materiil yang masif, tetapi juga menorehkan duka yang mendalam. 

Tiga orang, yang sebagian besar adalah staf dan pejabat, dilaporkan tewas dalam tragedi tersebut. Kematian mereka menjadi saksi bisu betapa fatalnya sebuah aksi anarkis yang lepas kendali.

Korban pertama yang diidentifikasi adalah Sarina, seorang staf yang bekerja untuk anggota DPRD Fraksi PDIP, Andi Tenri Uji. Korban kedua adalah Abay, yang merupakan staf di bagian Humas DPRD. Keduanya tewas setelah terjebak di dalam gedung yang terbakar. 

Api yang berkobar dan asap pekat yang menyelimuti seluruh ruangan membuat mereka tidak bisa menyelamatkan diri. Kondisi mereka yang terjebak di dalam gedung yang terbakar menjadi gambaran nyata dari kengerian yang terjadi malam itu.

Sementara itu, korban ketiga yang tewas adalah Syaiful, Kepala Seksi Kesejahteraan Kecamatan Ujung Tanah. Kematian Syaiful juga sama memilukannya. Dalam upaya putus asa untuk menyelamatkan diri dari amukan api, ia nekat melompat dari lantai empat gedung. 

Sayangnya, upaya itu berujung tragis, dan nyawanya tak tertolong. Ketiga korban ini adalah cerminan dari mereka yang berada di tempat dan waktu yang salah, menjadi korban dari amarah yang meluap di luar kendali.

Di balik duka atas hilangnya nyawa, kerugian materiil yang ditimbulkan oleh aksi ini juga sangat luar biasa. Berdasarkan hasil kaji cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, kerugian sementara yang berhasil dihitung mencapai Rp 253,4 miliar. Angka ini hanya mencakup kerusakan yang dapat terlihat dari luar. 

Menurut Komandan Tim Asesmen Kaji Cepat BPBD Makassar, Yuli Rachmat, setidaknya 67 unit kendaraan roda empat dan 15 unit kendaraan roda dua ludes terbakar. “Total kerugian sementara berdasarkan hasil pengamatan di lapangan sebesar = Rp 253.400.000.000,” jelas Yuli.

Namun, angka tersebut hanyalah puncak dari gunung es. Kerugian yang sesungguhnya jauh lebih besar dari perhitungan awal. BPBD mengakui bahwa penilaian yang dilakukan sangat terbatas karena akses ke dalam gedung sangat sulit dan bangunan rentan runtuh. 

Ada banyak aset lain yang belum bisa dihitung, seperti peralatan kantor, arsip, dan dokumen-dokumen penting yang tak ternilai harganya. Biaya tidak langsung seperti pemulihan layanan pemerintahan dan relokasi juga belum dimasukkan.

Kisah tentang tiga nyawa yang melayang dan kerugian finansial yang mencapai ratusan miliar rupiah ini menjadi pengingat yang tajam akan dampak destruktif dari kekerasan. Aksi demonstrasi yang seharusnya menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi, justru berujung pada tragedi ganda, di mana kerugian harta benda dan nyawa harus dibayar mahal. Peristiwa ini akan menjadi catatan hitam dalam sejarah Kota Makassar, sebuah duka yang tidak akan mudah hilang.

Penulis

Related Articles

Back to top button