Geger di Pinrang: Pria Berkedok Wanita Bercadar Ditangkap Jelang Akad Nikah

Wamanews.id, 14 Agustus 2025 – Warga Pinrang, Sulawesi Selatan, dibuat geger dengan kasus penipuan yang melibatkan seorang pria berinisial S (25) yang nekat menyamar menjadi wanita bercadar.
Penyamaran S terbongkar di momen yang sangat krusial, yaitu sesaat sebelum akad nikah dengan seorang pria berinisial R (27) berlangsung. Peristiwa ini terjadi di Kampung Kalosi, Desa Basseang, Kabupaten Pinrang dan segera menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Menurut keterangan Kapolsek Lembang, Iptu Ridwan Mustari, kisah penipuan ini bermula pada bulan Juni 2025. S dan R pertama kali saling kenal melalui media sosial. Dalam interaksi awal ini, S menggunakan identitas palsu sebagai seorang wanita yang mengenakan cadar, sebuah penyamaran yang berhasil meyakinkan R.
“Setelah itu korban dan terduga pelaku sering berkomunikasi menggunakan aplikasi WhatsApp, sehingga korban dan terduga pelaku menjalin hubungan asmara,” kata Ridwan Rabu (13/8/2025).
Hubungan mereka pun semakin serius. Untuk meyakinkan R, S bahkan mengajak korban untuk datang ke Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, dengan dalih R akan bertemu dengan keluarga S. Namun, sesampainya di sana, S justru membawa R ke sebuah pemakaman, beralasan untuk memperlihatkan makam kedua orang tuanya yang telah meninggal.
Drama yang dibangun oleh S ini semakin memantapkan keyakinan R untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. “Selanjutnya korban mengajak pelaku ke Kabupaten Pinrang untuk menikah dengan korban,” jelas Iptu Ridwan.
Tanggal pernikahan pun disepakati, yaitu pada 12 Agustus 2025. Menjelang prosesi akad nikah, penghulu dan pegawai sara setempat meminta tanda pengenal milik S untuk melengkapi administrasi pernikahan.
Namun, S tidak dapat menunjukkan dokumen tersebut, yang sontak menimbulkan kecurigaan dari pihak keluarga R. “Terduga pelaku tidak dapat menunjukkan dokumen tersebut, sehingga pihak keluarga korban mulai curiga,” terang Ridwan.
Kecurigaan itu memuncak ketika pihak keluarga korban meminta S untuk membuka cadarnya agar dapat melihat wajah aslinya. Namun, S bersikeras menolak. Hal ini membuat keluarga korban semakin yakin ada yang tidak beres. Dengan paksa, mereka akhirnya membuka cadar S dan identitasnya sebagai seorang pria pun terkuak.
Polisi yang menerima informasi tersebut segera bergerak cepat ke lokasi kejadian. Saat tiba di lokasi, polisi menemukan S sudah dalam keadaan luka-luka dan tangannya terikat, dikelilingi oleh warga yang marah.
“Saat kami tiba di TKP menemukan pelaku dalam keadaan luka dan kondisi terikat tangan,” bebernya.
Petugas kemudian bernegosiasi dengan pihak keluarga korban dan warga untuk mengamankan S agar bisa diproses secara hukum. Setelah negosiasi berhasil, S pun dibawa ke Polres Pinrang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini kini ditangani oleh pihak kepolisian untuk mengusut motif di balik penipuan ini.







