Wajo Perkuat Satu Data Indonesia, Tiga Kelurahan di Tempe Jadi Pilot Project Desa Cantik 2026

Wamanews.id, 5 Mei 2026 – Pemerintah Kabupaten Wajo terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola data dari tingkat akar rumput. Pada Selasa, 5 Mei 2026, Pemkab Wajo bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wajo resmi mencanangkan Program Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 yang dipusatkan di Aula Kantor Kecamatan Tempe.
Langkah strategis ini diambil untuk mendorong peningkatan literasi statistik di tingkat desa dan kelurahan, sekaligus memastikan perencanaan pembangunan daerah berpijak pada data yang valid dan akurat. Program ini menjadi bagian penting dalam menyongsong era digitalisasi yang menuntut ketersediaan informasi berkualitas secara cepat dan tepat.
Pencatatan sejarah baru dalam literasi data ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Wajo, Armayani, didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Wajo, Ir. Andi Musdalifah, serta Camat Tempe, Aldi Mulyadi. Dari sisi teknis, hadir pula Kepala BPS Kabupaten Wajo, Andi Asia Hasan Basri, bersama para agen statistik BPS Wajo.
Dalam sambutannya, Sekda Armayani menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kualitas data yang dihasilkan dari tingkat paling bawah. Menurutnya, program Desa Cantik bukan sekadar urusan administratif, melainkan sebuah gerakan perubahan pola pikir (mindset) di tingkat pemerintahan desa dan kelurahan.
“Program ini harus kita dukung mulai dari tingkat paling bawah agar kita bisa mendapatkan data yang valid dan akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan,” tegas Armayani. Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah dan elemen masyarakat untuk menjadi pelopor data yang mampu memanfaatkan potensi lokal demi pembangunan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Program Desa Cantik di Kabupaten Wajo sebenarnya bukan hal baru. Kepala BPS Wajo, Andi Asia Hasan Basri, menjelaskan bahwa inisiatif ini telah berjalan sejak tahun 2022 dan terus menunjukkan grafik perkembangan yang positif dari tahun ke tahun.
Untuk tahun 2026, pelaksanaan program akan difokuskan secara intensif di tiga kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Tempe, yakni:
- Kelurahan Bulupabbulu
- Kelurahan Mattirotappareng
- Kelurahan Wiringpalannae
Pemilihan lokasi ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas perangkat kelurahan dalam mengelola data secara mandiri serta mengoptimalkan peran agen statistik desa. “Ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan Satu Data Indonesia, sekaligus memastikan data yang dihasilkan berkualitas, terstandar, dan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam pembangunan,” jelas Andi Asia.
Tabel: Fokus Utama Program Desa Cantik 2026
| Pilar Program | Target Pencapaian |
| Literasi Statistik | Meningkatkan pemahaman perangkat desa/kelurahan terhadap pentingnya data. |
| Kapasitas SDM | Pembentukan dan pembinaan agen statistik di tingkat lokal. |
| Kualitas Data | Memastikan data dihasilkan secara akurat, valid, dan terstandar nasional. |
| Pemanfaatan Data | Optimalisasi data berbasis potensi lokal untuk perencanaan pembangunan daerah. |
Selain penguatan di level birokrasi, Pemkab Wajo juga mendorong partisipasi aktif masyarakat. Literasi statistik diharapkan tidak hanya berhenti pada perangkat desa, tetapi juga merambah ke warga agar mereka mampu memahami dan memanfaatkan data statistik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam mendukung program-program pemberdayaan masyarakat.
Dengan pencanangan ini, Kabupaten Wajo optimistis mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan berbasis data (evidence-based policy). Harapannya, program Desa Cantik 2026 dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam upaya menyukseskan agenda Satu Data Indonesia di Sulawesi Selatan.







