Resmi Jadi Ketua KKSS, Amran Sulaiman Siap Bawa Budaya Bugis-Makassar Mendunia!

Wamanews.id, 13 April 2025 – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, resmi mengemban amanah sebagai Ketua Umum Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) periode 2025-2030. Kepastian ini diperoleh dalam perhelatan Musyawarah Besar (Mubes) XII KKSS yang digelar di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, pada Jumat (11/4/2025).
Dengan penuh semangat, Amran menyampaikan komitmennya untuk menjadikan KKSS bukan hanya sebagai wadah silaturahmi warga Sulsel di perantauan, tetapi juga sebagai kekuatan budaya, ekonomi, dan pendidikan yang mampu memberikan kontribusi nyata untuk bangsa, bahkan dunia.
“Insya Allah kami akan jalankan kepengurusan ini dengan prinsip orang Bugis: ma’bulo sipeppa, toddopuli, sipakatau, sipakainge, sipatokkong. Kita solid. KKSS bukan hanya untuk Sulsel, tapi juga untuk Merah Putih, bahkan dunia,” ujar Amran penuh keyakinan.
Dalam pidato penerimaannya, Amran menyampaikan pentingnya kembali mengangkat nilai-nilai luhur warisan para tokoh Sulawesi Selatan yang telah berjasa bagi bangsa. Ia menyebut nama-nama besar seperti Jenderal Andi Muhammad Yusuf, Baharuddin Lopa, Aksa Mahmud, Jusuf Kalla, hingga Presiden ke-3 RI B.J. Habibie sebagai inspirasi utama bagi pergerakan KKSS ke depan.
“Mereka adalah tokoh dengan integritas tinggi, punya semangat sipatuo, sipatokkong, dan sipammase-mase. Teladan mereka harus terus hidup dan menjadi obor penerang bagi KKSS di manapun berada,” tambahnya.
Amran menegaskan bahwa budaya dan filosofi Bugis-Makassar tidak boleh dibiarkan tenggelam dalam arus zaman. Ia bertekad memperkuat identitas itu melalui program-program pendidikan dan pembinaan generasi muda.
“Budaya adalah identitas. Kalau hilang, kita seperti pohon tanpa akar. Saya ingin anak-anak muda KKSS di mana pun berada tetap bangga menjadi bagian dari budaya Bugis-Makassar,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pelestarian budaya tidak bisa berdiri sendiri tanpa ditopang oleh pilar kuat lainnya seperti ekonomi dan pendidikan.
“Dunia sekarang keras dan pragmatis. Kita butuh ekonomi yang kuat agar tidak tersisih. Pendidikan adalah senjata utama menghadapi zaman yang berubah cepat,” tegasnya.
Sebagai pemimpin organisasi diaspora besar, Amran menyadari bahwa tantangan ke depan tidak bisa dihadapi dengan cara lama. Disrupsi digital, perubahan iklim, dan masalah global lain memaksa organisasi seperti KKSS untuk bertransformasi.
“Kita tidak bisa lagi berjalan dengan cara-cara lama. KKSS harus lincah, adaptif, dan berorientasi solusi. Dunia berubah, kita pun harus berubah,” tegas Amran.
Amran berjanji akan merancang program-program unggulan berbasis digital, memperkuat jejaring ekonomi antar anggota KKSS di berbagai daerah, serta menjalin kemitraan strategis dengan pemerintah, swasta, dan organisasi luar negeri.
KKSS dikenal sebagai organisasi yang mewadahi masyarakat asal Sulawesi Selatan yang tersebar di seluruh Indonesia dan mancanegara. Dengan keanggotaan yang masif dan jejaring kuat, KKSS dipandang sebagai kekuatan sosial yang bisa mendorong perubahan nyata dalam pembangunan nasional.
Dengan kepemimpinan Amran Sulaiman yang dikenal visioner, banyak pihak optimis bahwa lima tahun ke depan akan menjadi momentum kebangkitan KKSS sebagai pelopor pergerakan sosial-budaya berbasis kearifan lokal.







