Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Sulsel 3 Hari: 21 Daerah Berstatus Siaga-Waspada, Potensi Banjir dan Longsor Tinggi

Wamanews.id, 29 November 2025 – Masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar. Peringatan ini berlaku untuk periode tiga hari ke depan, mulai 29 November hingga 1 Desember 2025, dengan potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Dalam keterangan resminya, BMKG Wilayah IV Makassar, Jumat (28/11/2025), secara spesifik meminta masyarakat untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor, yang dapat dipicu oleh peningkatan intensitas curah hujan.
BMKG membagi level peringatan cuaca ekstrem menjadi tiga tingkatan, di mana sebagian besar wilayah Sulsel berada dalam status Waspada dan Siaga pada hari pertama periode ini:
- WASPADA: Potensi hujan sedang hingga lebat.
- SIAGA: Potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
- AWAS: Potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem (Status Awas nihil selama periode ini).
Pada Sabtu, 29 November 2025, tercatat ada 11 kabupaten/kota yang berada dalam status Siaga, yang artinya berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat:
- Bantaeng, Barru, Gowa, Enrekang, Jeneponto, Maros, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sidrap, dan Takalar.
Sementara itu, 13 daerah lain berada dalam status Waspada, termasuk kota metropolitan seperti Makassar, serta daerah rawan banjir dan longsor seperti Luwu Raya (Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara), dan Toraja.
Selain hujan lebat, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang yang diwaspadai melanda wilayah Sulawesi Selatan bagian Barat dan Selatan pada hari Sabtu (29/11/2025).
Ancaman angin kencang kemudian bergeser ke Sulawesi Selatan bagian Utara hingga Tengah pada hari Minggu (30/11/2025) dan Senin (1/12/2025), bersamaan dengan penurunan status Siaga di seluruh wilayah Sulsel, menyisakan hanya status Waspada (hujan sedang-lebat).
Meskipun status Siaga diperkirakan nihil pada hari Minggu dan Senin, potensi hujan sedang hingga lebat masih melanda hampir separuh wilayah Sulsel, termasuk daerah pegunungan (Enrekang, Tana Toraja, Toraja Utara) dan daerah pesisir (Bone, Bulukumba).
Masyarakat diimbau untuk:
- Mengamankan Saluran Air: Membersihkan saluran air agar aliran tidak terhambat, mengurangi risiko banjir bandang di kawasan dataran rendah.
- Waspada Longsor: Bagi yang bermukim di lereng atau daerah perbukitan, segera evakuasi mandiri jika terjadi peningkatan volume air atau retakan tanah.
- Hindari Aktivitas Luar Ruangan: Waspada terhadap sambaran kilat/petir dan pohon tumbang akibat angin kencang.
Dengan memantau informasi resmi BMKG dan mengambil langkah preventif, diharapkan dampak dari cuaca ekstrem tiga hari ini dapat diminimalisir.







