Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

News

Waspada! BMKG Beri Peringatan Cuaca Ekstrem di Sulsel hingga Papua Sampai 8 Januari 2026

Wamanews.id, 2 Januari 2025 – Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra di awal tahun baru ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi merilis peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia, mulai dari Sulawesi Selatan hingga Papua, selama sepekan ke depan atau periode 2 hingga 8 Januari 2026.

Melalui unggahan resmi di akun media sosialnya, BMKG menjelaskan bahwa kondisi atmosfer di awal tahun ini sedang tidak stabil akibat akumulasi berbagai gangguan fenomena cuaca yang terjadi secara bersamaan. “Prospek cuaca seminggu ke depan berlaku dari tanggal 2 hingga 8 Januari 2026. Tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang,” tulis BMKG, dikutip pada Jumat (2/1/2026).

Fenomena cuaca yang cukup kompleks menjadi penyebab utama di balik meningkatnya curah hujan kali ini. Salah satu faktor dominan adalah adanya Siklon Tropis IGGY

Meski diprediksi bergerak menjauhi wilayah kedaulatan Indonesia, siklon ini masih memberikan dampak tidak langsung berupa tarikan massa udara yang memicu pertumbuhan awan hujan secara masif.

Selain itu, BMKG memantau adanya sirkulasi siklonik di Kalimantan Utara serta daerah konvergensi (pertemuan angin) yang memanjang dari Sulawesi Tengah hingga Kalimantan Utara. Suhu muka laut yang relatif hangat di perairan Indonesia juga turut andil dalam menyuplai uap air yang cukup besar ke atmosfer.

Kondisi ini diperparah dengan adanya fenomena La Nina lemah (ENSO fase negatif) serta seruakan udara dingin (cold surge) dari Asia yang mulai menguat. Aktifnya gelombang ekuator seperti Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuator di wilayah Sumatera, Jawa, hingga Papua melengkapi daftar gangguan atmosfer yang membuat potensi cuaca ekstrem kian nyata.

Rincian Wilayah Terdampak (2–4 Januari 2026)

Pada periode awal Januari ini, beberapa wilayah sudah mulai merasakan intensitas hujan yang meningkat. BMKG membagi peringatan dalam dua kategori:

  • Kategori Siaga (Hujan Lebat-Sangat Lebat): Wilayah yang perlu sangat waspada meliputi Aceh, Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.
  • Kategori Waspada (Hujan Sedang): Mencakup sebagian besar Sumatera, Bali, NTB, NTT, dan seluruh pulau Sulawesi (termasuk Sulawesi Selatan), serta wilayah Papua.
  • Potensi Angin Kencang: Perlu diwaspadai di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Memasuki periode kedua (5 hingga 8 Januari), pola cuaca diprediksi mengalami pergeseran signifikan. Kabar yang perlu menjadi perhatian khusus bagi warga di wilayah timur adalah masuknya Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat ke dalam kategori Siaga.

Berikut adalah detail wilayah terdampak pada 5-8 Januari 2026:

  • Kategori Siaga: Bangka Belitung, Jawa Timur, NTB, NTT, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan.
  • Kategori Waspada: Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan, Gorontalo, Maluku, hingga Papua Selatan.
  • Potensi Angin Kencang: Diperkirakan melanda wilayah Aceh, Kepulauan Riau, dan Maluku.

Mengingat tingginya potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang, BMKG dan pihak BPBD setempat meminta warga yang tinggal di daerah rawan bencana seperti lereng gunung dan bantaran sungai untuk selalu memantau perkembangan cuaca melalui aplikasi InfoBMKG.

Bagi masyarakat di Sulawesi Selatan, khususnya di wilayah pesisir dan dataran rendah, diharapkan mulai melakukan langkah antisipasi terhadap potensi banjir dan genangan air. Pastikan saluran drainase di lingkungan rumah bersih dari sumbatan sampah, dan hindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat terjadi angin kencang.

Kombinasi fenomena atmosfer ini merupakan hal yang serius. Dengan status “Siaga” yang disematkan untuk wilayah Sulsel pada pertengahan pekan depan, kesiapsiagaan adalah kunci utama untuk meminimalisir risiko dampak bencana hidrometeorologi. 

Penulis

Related Articles

Back to top button