Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Viral! Remaja Santai Main HP Sambil Paksa Adiknya Ngemis, Dinsos Palopo Turun Tangan

Wamanews.id, 31 Mei 2025 – Sebuah video yang menunjukkan seorang remaja perempuan sedang bermain handphone di pinggir jalan sembari diduga memaksa adiknya mengemis, viral di media sosial dan memicu keprihatinan publik. Kejadian ini terjadi di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, tepatnya di perempatan traffic light Jalan Jenderal Sudirman, dekat Kantor Wali Kota Palopo.

Video berdurasi singkat itu memperlihatkan seorang wanita dewasa menegur keras remaja tersebut. Dalam rekaman, terdengar suara wanita yang menyebut bahwa sang remaja menyuruh adiknya meminta-minta di jalan.

“Na (dia) suruh meminta-minta adeknya di situ mobil ya Allah,” ujar wanita yang merekam kejadian tersebut. “Kau mi (saja) itu meminta-minta jangan adekmu mu suruh. 

Saya larang ko itu duduk di depan kantor kalau begitu,” tambahnya dengan nada tegas. Video tersebut sontak menyebar luas dan memancing berbagai reaksi dari netizen. Banyak yang menyayangkan sikap remaja tersebut, sementara lainnya meminta agar pemerintah daerah segera turun tangan menyelesaikan persoalan ini.

Menanggapi viralnya video itu, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palopo langsung melakukan penelusuran di lokasi kejadian. Kepala Dinsos Palopo, Zulkifli Hamid, mengatakan pihaknya telah menerima laporan masyarakat dan langsung mengutus tim untuk mengecek keberadaan remaja tersebut. Namun saat tim tiba di lokasi, remaja itu tidak ditemukan.

“Sudah di-follow up oleh staf Dinsos setelah masuk laporan, tapi sudah tidak ditemukan di lokasi,” kata Zulkifli kepada detikSulsel, Jumat (30/5/2025).

Meski demikian, Dinsos memastikan tidak akan tinggal diam. Menurut Zulkifli, pihaknya tengah menyusun asesmen untuk memastikan fakta di lapangan, termasuk untuk mengetahui kondisi sosial keluarga yang bersangkutan.

“Kalau yang minta-minta di perempatan jalan sudah sering terjadi. Kami setiap saat juga turun untuk menertibkan mereka, memberi edukasi ke keluarga yang bersangkutan,” ujarnya.

Zulkifli mengakui adanya indikasi peningkatan jumlah gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Palopo dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyebut bahwa tren ini menjadi perhatian serius, terutama bila melibatkan anak-anak di bawah umur.

Karena itu, Dinsos meminta partisipasi masyarakat agar melaporkan kejadian serupa ke Dinas Sosial maupun Satpol PP. Dengan begitu, tindakan penertiban dan pembinaan dapat segera dilakukan.

“Hasil dari asesmen nanti baru kita lakukan tindakan. Bila yang bersangkutan adalah penduduk Palopo, kita akan kembalikan ke orang tuanya sambil memberikan edukasi,” jelas Zulkifli.

Tak hanya itu, Dinsos juga akan memeriksa apakah keluarga remaja tersebut telah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Jika belum, maka akan diusulkan menerima bantuan sosial seperti PKH (Program Keluarga Harapan) atau BPNT(Bantuan Pangan Non Tunai).

Kejadian ini membuka mata banyak pihak tentang perlunya pengawasan lebih ketat terhadap anak-anak di ruang publik, terutama dalam konteks eksploitasi sosial. Pemerintah daerah melalui Dinsos berkomitmen untuk mencegah agar kejadian serupa tidak terulang, dan berharap masyarakat aktif dalam memberikan informasi bila menemukan hal mencurigakan.

Sementara itu, para netizen berharap agar sang remaja dan adiknya bisa mendapatkan pendampingan sosial, bukan sekadar penertiban, agar akar persoalan seperti kemiskinan dan keterbatasan ekonomi dapat diatasi secara menyeluruh.

Penulis

Related Articles

Back to top button