Viral Histeris Nasabah Karo: Uang Rp200 Juta Hilang dari Rekening, BRI Bertanggung Jawab Penuh dan Ganti Rugi

Wamanews.id, 13 November 2025 – Kejadian tak terduga menimpa seorang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Nasabah bernama Mayesti br Perangin-Angin mengalami syok berat setelah mengetahui saldo tabungannya raib hingga Rp200 juta. Momen histeris dan kebingungannya terekam dalam sebuah video berdurasi singkat yang kemudian viral di platform TikTok pada Selasa dini hari, 11 November 2025.
Video yang diunggah oleh akun @ownerribunacollection tersebut segera memantik gelombang reaksi publik. Dalam hitungan jam, unggahan itu ditonton ratusan ribu kali, menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat mengenai keamanan dana nasabah di bank pelat merah tersebut. Mayesti, nasabah BRI Unit Laubaleng, Karo, terlihat menangis histeris di depan petugas bank, menuntut kejelasan atas hilangnya uang tabungan yang telah disimpannya bertahun-tahun.
Kabar yang dengan cepat menyebar di media sosial ini segera direspons serius oleh manajemen BRI. Pimpinan Cabang BRI Kabanjahe, Donny Cahyono, langsung turun tangan memimpin investigasi internal mendalam untuk mengetahui penyebab pasti hilangnya saldo tersebut.
Donny Cahyono pada Rabu (12/11/2025) menyampaikan hasil investigasi yang melegakan nasabah. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa hilangnya saldo tidak disebabkan oleh kelalaian nasabah Mayesti br Perangin-Angin.
Langkah cepat dan transparan ini berbuah penyelesaian yang damai dan memuaskan kedua belah pihak. Pihak bank mengambil langkah tanggung jawab penuh dengan mengganti seluruh dana yang hilang. Proses penggantian dan penandatanganan surat perdamaian dilakukan di Kantor BRI Unit Laubaleng pada hari yang sama.
“Saya sudah mendapatkan win-win solution dari BRI,” ujar Mayesti usai menerima penggantian dana secara penuh, mengakhiri kepanikan yang sempat melanda dirinya.
Donny Cahyono menegaskan bahwa penggantian dana penuh ini adalah bentuk tanggung jawab dan komitmen BRI untuk menjaga kepercayaan nasabah. Ia menjamin bahwa setiap laporan nasabah ditangani dengan serius dan transparan.
“Kami memastikan setiap laporan nasabah ditangani dengan serius dan transparan. Dalam kasus ini, dana telah kami kembalikan sepenuhnya,” tegas Donny.
Kasus ini juga menjadi pengingat bagi BRI untuk terus memperkuat sistem keamanan. Pihak bank berkomitmen untuk memperketat pengawasan operasional dan terus memperkuat sistem keamanan transaksi perbankan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa depan. Komitmen ini selaras dengan prinsip Good Corporate Governance yang dijunjung tinggi.
Di tengah maraknya kejahatan siber perbankan, Donny mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan membagikan data pribadi dan kerahasiaan seperti PIN, password, atau kode OTP kepada siapa pun. “Data nasabah bersifat rahasia dan tidak boleh diberikan kepada pihak lain,” pungkasnya.





