Konsisten 24 Pekan, Yayasan Pemimpin Dari Timur Salurkan 1.950 Porsi Makanan Gratis di 8 Kota

Wamanews.id, 2 Desember 2025 – Komitmen dan konsistensi dalam aksi sosial kembali ditunjukkan oleh Yayasan Pemimpin Dari Timur. Program Berbagi Makanan gratis yang mereka inisiasi kini telah memasuki pekan ke-24. Pada Jumat (28/11/2025), yayasan tersebut menyalurkan total 1.950 porsi makanan gratis yang dibagikan serentak di delapan kota di Indonesia timur.
Kegiatan rutin yang diadakan setiap hari Jumat ini merupakan program unggulan dari divisi sosial dan keagamaan yayasan. Konsistensi selama hampir setengah tahun ini membuktikan dedikasi Yayasan Pemimpin Dari Timur untuk secara nyata meringankan beban masyarakat.
Wakil Sekretaris Yayasan Pemimpin Dari Timur, Wawa, menjelaskan bahwa program ini lahir dari kepedulian yang sederhana namun mendalam. Tujuannya adalah meringankan beban pengeluaran masyarakat sekaligus membuka ruang kolaborasi yang luas bagi para donatur dan relawan.
“Harapan kami, dengan berbagi makan gratis ini, masyarakat bisa mengurangi jatah pengeluaran makan siang sehingga bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak,” ujar Wawa.
Lebih dari sekadar menyalurkan bantuan, Wawa menegaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah menjadi pemantik dan inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk melakukan kebaikan serupa. Yayasan percaya bahwa kebaikan tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit atau biaya yang besar.
“Kami ingin gerakan ini menjadi pemantik, bahwa siapa pun yang mampu dapat menyalurkan kebaikan lewat cara sederhana seperti menyediakan makanan. Siapa saja boleh makan. Kami tidak membatasi. Siapa pun yang datang, kami sambut,” tambahnya.
Pada pekan ke-24 ini, total 1.950 porsi makanan didistribusikan melalui sembilan titik di delapan kota, mencakup Makassar, Kendari, Palu, Bone, Wajo, Parepare, Sidrap, Bulukumba, dan Sorong. Secara rinci, alokasi porsi bervariasi sesuai kapasitas di tiap kota, dengan Makassar menyalurkan sekitar 400 porsi dan Kendari 200 porsi.
Wawa, yang sering terjun langsung sebagai relawan setiap Jumat, berbagi cerita tentang perubahan antusiasme masyarakat. Pada awal-awal kegiatan, relawan harus secara proaktif mengajak warga yang melintas untuk makan. Namun, kini situasinya telah berbalik 180 derajat.
“Sekarang masyarakat sudah tahu. Setiap Jumat mereka datang sendiri, bahkan sudah antre sebelum acara dimulai,” ungkapnya, menunjukkan betapa program ini telah menjadi jadwal yang dinanti-nantikan oleh warga di berbagai titik.
Pendanaan program ini bersumber dari anggota yayasan dan donasi publik yang dibuka melalui media sosial. Yayasan sangat terbuka, tidak hanya menerima donasi dana, tetapi juga kontribusi berupa makanan siap saji dari individu maupun perusahaan, serta bantuan tenaga sebagai relawan.





