Kerja Sambil Nongkrong: Pemerintah Gagas ‘Work From Mall’ untuk Anak Muda, Ada Kopi & Wi-Fi Gratis!

Wamanews.id, 28 Desember 2025 – Tren bekerja fleksibel kini memasuki babak baru di Indonesia. Pemerintah secara resmi mulai menawarkan inovasi konsep bekerja yang unik dan segar bagi kaum muda yang disebut dengan Work From Mall (WFM).
Inovasi ini digagas untuk memberikan kenyamanan bekerja bagi para kreator digital dan pekerja lepas (freelancer) dengan suasana ala nongkrong yang selama ini menjadi ciri khas generasi milenial dan Gen Z.
Konsep WFM ini bukan sekadar bekerja di meja makan mal, melainkan penyediaan area kerja khusus yang representatif dan nyaman. Strategi ini diumumkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers yang berlangsung di Pondok Indah Mall (PIM), Jakarta, pada Sabtu (27/12/2025).
Menurut Airlangga, inovasi ini adalah jawaban atas pergeseran budaya kerja pascapandemi yang menuntut fleksibilitas tinggi. Pemerintah mendorong Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) untuk menyediakan workstation atau ruang kerja lengkap di berbagai mal besar di tanah air.
“Bisa disediakan oleh Hippindo untuk menyediakan workstation. Ini adalah kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat. Anak muda disediakan mentor, meja, Wi-Fi, dan kopi gratis,” ujar Airlangga dengan optimis.
Sebagai pilot project atau proyek percontohan, pemerintah telah menyiapkan Jakarta Creative Hub di kawasan Thamrin. Tak tanggung-tanggung, gedung ini menyediakan enam lantai khusus yang didedikasikan bagi para kreator digital untuk berkreasi secara cuma-cuma selama satu tahun pertama. Fasilitas ini diharapkan menjadi inkubator bagi lahirnya karya-karya digital baru yang bernilai ekonomi tinggi.
Yang menarik, program WFM ini tidak hanya berhenti pada penyediaan fasilitas fisik. Pemerintah telah menyiapkan skema bantuan modal yang sangat besar untuk mendukung para pemuda yang serius mengembangkan produk digital mereka. Airlangga menyebutkan, pemerintah mengalokasikan anggaran hingga Rp 10 triliun dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi mereka yang berhasil menciptakan produk inovatif selama masa inkubasi di program WFM.
“Mereka silakan berkreasi selama satu tahun. Kalau mereka punya produk, nanti kita berikan kredit usaha rakyat dengan anggaran Rp 10 triliun,” tambahnya. Langkah ini diambil agar inovasi yang lahir dari meja-meja mal tidak sekadar menjadi ide, tetapi bisa naik kelas menjadi bisnis yang berkelanjutan.
Peluncuran WFM di akhir Desember ini juga dilakukan secara strategis untuk menjaga momentum perputaran ekonomi selama libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dengan adanya fasilitas kerja di mal, para pekerja tetap bisa produktif tanpa harus kehilangan momen liburan bersama keluarga di pusat perbelanjaan.
Konsep ini juga selaras dengan penguatan gig economy (ekonomi pekerja lepas) yang masuk dalam poin pembangunan ekonomi berkelanjutan nomor delapan. Pemerintah meyakini bahwa dengan memadukan kebutuhan pekerja fleksibel dengan aktivitas ekonomi di pusat perbelanjaan, produktivitas nasional akan tetap terjaga meski di tengah waktu libur.
Penerapan Work From Mall ini rencananya akan dilakukan secara bertahap di sejumlah provinsi di Indonesia. Pemerintah daerah bersama perusahaan teknologi akan digandeng untuk memastikan infrastruktur digital seperti internet kecepatan tinggi tersedia dengan stabil di setiap titik WFM.





