Tragis! Penumpang KM Tidar Lompat ke Laut, Mayatnya Ditemukan di Pangkep

Wamanews.id, 22 Mei 2025 – Insiden menggemparkan terjadi di perairan Sulawesi Selatan. Seorang penumpang kapal Pelni KM Tidar yang sebelumnya dilaporkan hilang karena diduga melompat ke laut akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Jenazah pria bernama Eryks E Dillak (41) ditemukan mengambang di perairan Pulau Bontosua, Kabupaten Pangkep, pada Rabu (21/5/2025).
Kejadian nahas ini bermula saat kapal KM Tidar hendak bersandar di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, pada Senin (19/5/2025) dini hari. Namun, saat kapal tengah dalam proses bersandar, Eryks diduga nekat melompat dari atas kapal ke laut sekitar Pelabuhan Paotere, meninggalkan kepanikan di antara kru dan penumpang lainnya.
“Korban diduga membuang dirinya dari atas kapal di tengah laut saat kapal hendak berangkat menuju Surabaya,” jelas Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, dalam keterangannya sehari setelah insiden terjadi.
Mayat Eryks akhirnya ditemukan dua hari setelah insiden, tepatnya sekitar pukul 11.00 WITAoleh awak kapal lain yang tengah berlayar dari Makassar menuju Pulau Bontosua. Temuan ini kemudian dilaporkan ke aparat setempat dan langsung ditangani oleh Satpolair Polres Pangkep dan warga sekitar.
“Benar, tadi ada penemuan mayat pria di pulau. Informasinya, korban ini adalah penumpang KM Tidar yang lompat dari kapal,” ujar Kasat Polair Polres Pangkep, AKP Nompo, kepada media.
Proses evakuasi pun dilakukan dengan cepat. Mayat korban dibawa lebih dulu ke sebuah pulau kosong untuk ditunggu oleh tim Basarnas. Setelahnya, jenazah langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar guna proses identifikasi dan autopsi.
AKP Nompo menjelaskan bahwa saat ditemukan, tubuh korban dalam kondisi sudah membengkak, tanpa mengenakan baju, hanya mengenakan celana pendek dan ikat pinggang warna hitam. Selain itu, terdapat bekas luka di bagian jidatkorban.
“Ciri fisik mencocoki laporan dan foto dari pihak PT Pelni terkait penumpang yang lompat dari kapal. Jadi kuat dugaan ini adalah Eryks,” ujarnya.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa motif di balik tindakan nekat korban melompat ke laut. Pihak keluarga dan PT Pelni belum memberikan pernyataan resmi lebih lanjut mengenai latar belakang korban dan kondisinya sebelum insiden terjadi.
Pihak kepolisian bersama Basarnas dan PT Pelni masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini. Termasuk menggali informasi dari penumpang dan awak kapal yang berada di lokasi kejadian pada saat korban melompat ke laut.
“Untuk penyebab pastinya apakah ini tindakan bunuh diri atau ada faktor lain, masih kami dalami melalui pemeriksaan lebih lanjut dan hasil autopsi,” tambah AKP Nompo.
Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap keamanan dan kesehatan mental penumpang di atas kapal, khususnya perjalanan laut jarak jauh seperti KM Tidar. Peristiwa ini juga menjadi alarm bagi pengelola kapal dan otoritas pelabuhan untuk meningkatkan pengawasan serta memperkuat sistem pengamanan di area kapal, terutama saat proses naik-turun penumpang.







