Terungkap! Ini Alasan Jendela Pesawat Wajib Dibuka Saat Take Off dan Landing, Bukan Sekadar Formalitas

Wamanews.id, 3 Mei 2025 – Jika Anda termasuk penumpang yang pernah bertanya-tanya kenapa pramugari selalu meminta membuka jendela pesawat saat pesawat hendak lepas landas atau mendarat, ternyata perintah itu bukan sekadar prosedur formal tanpa makna. Di balik instruksi sederhana tersebut, tersimpan alasan ilmiah dan pertimbangan keselamatan yang sangat serius.
Permintaan untuk membuka tirai jendela pesawat bukanlah kebijakan acak. Itu adalah hasil dari puluhan tahun penelitian penerbangan, investigasi kecelakaan udara, dan panduan dari lembaga penerbangan internasional. Sejumlah organisasi seperti International Civil Aviation Organization (ICAO), Federal Aviation Administration (FAA), hingga European Union Aviation Safety Agency (EASA) telah menetapkan bahwa prosedur ini merupakan bagian dari protokol keselamatan standar.
Menurut Safety Report 2025 yang dirilis oleh International Air Transport Association (IATA), lebih dari 90% kecelakaan pesawat terjadi dalam dua fase penerbangan: saat lepas landas dan saat mendarat. Oleh karena itu, kesiagaan kru dan penumpang dalam dua momen ini sangat penting.
Membuka jendela bertujuan memberikan visibilitas maksimum kepada awak kabin. Jika terjadi situasi darurat, kru harus bisa segera menilai kondisi di luar pesawat, seperti adanya asap, api, kerusakan pada sayap, atau masalah pada mesin.
1. Adaptasi Mata terhadap Cahaya
Salah satu alasan utama mengapa tirai jendela harus dibuka adalah untuk membantu mata penumpang dan kru menyesuaikan diri dengan pencahayaan di luar pesawat. Hal ini penting, baik dalam penerbangan siang maupun malam. Jika terjadi evakuasi darurat, adaptasi visual yang cepat dapat membantu penumpang dan awak kabin bergerak lebih sigap dan menghindari disorientasi.
Dalam pengarahan keselamatan terbaru dari EASA tahun 2025, disebutkan bahwa penyesuaian visual dapat menghemat detik-detik krusial saat proses evakuasi. Dalam situasi panik, penglihatan yang siap akan sangat menentukan keselamatan.
2. Peningkatan Kesadaran Situasional Awak Kabin
Pramugari bukan hanya bertugas menyajikan makanan dan minuman. Mereka adalah bagian dari sistem keselamatan penerbangan yang terlatih menghadapi berbagai skenario darurat. Dengan jendela yang terbuka, awak kabin bisa mengawasi kondisi eksternal secara langsung.
Beberapa hal yang bisa mereka deteksi dengan cepat:
- Kebakaran pada mesin atau kerusakan struktural
- Asap atau kebocoran bahan bakar
- Masalah pada roda pendaratan atau kondisi landasan pacu
Bahkan dalam situasi ekstrem di mana komunikasi dengan kokpit terganggu, kemampuan awak untuk menilai kondisi dari luar menjadi kunci utama pengambilan keputusan cepat.
3. Prosedur yang Diwajibkan Banyak Negara
Buka jendela saat take off dan landing bukan sekadar anjuran, melainkan bagian dari protokol keselamatan resmi. Organisasi penerbangan sipil dari berbagai negara termasuk CAAC dari China, FAA dari AS, ICAO, hingga EASA dari Eropa menyarankan bahkan mewajibkan aturan ini.
Maskapai-maskapai besar, khususnya yang memenuhi standar Audit Keselamatan Operasional (IOSA) yang diperbarui tahun 2025, telah menerapkan protokol ini sebagai bagian dari prosedur tetap. Meski setiap negara punya regulasi sendiri, aturan ini menjadi standar global yang diakui luas.
Meski terlihat sepele, instruksi membuka tirai jendela pesawat bukan formalitas tanpa alasan. Di baliknya, tersimpan perhitungan keselamatan yang matang demi keselamatan Anda dan seluruh penumpang.
Jadi, saat pramugari meminta Anda membuka jendela pesawat, lakukanlah dengan kesadaran bahwa itu adalah bagian penting dari upaya menjaga keselamatan bersama. Karena dalam dunia penerbangan, setiap detik dan keputusan kecil bisa menyelamatkan nyawa.







