Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

SulSel Gempar! Rp3,3 Triliun Disulap Jadi Jalan Mulus 1.230 Km, Efisiensi Anggaran Terbesar Sepanjang Sejarah! 

Wamanews.id, 3 Juni 2025 – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) membuat gebrakan signifikan dalam mendorong pembangunan infrastruktur di tahun 2025. Melalui kebijakan efisiensi anggaran yang tak tanggung-tanggung, mencapai Rp3,3 triliun, Pemprov Sulsel kini memfokuskan dana tersebut untuk mempercepat perbaikan jalan-jalan utama yang menjadi urat nadi pergerakan masyarakat dan barang. 

Langkah monumental ini bukan sekadar penghematan, melainkan sebuah transformasi anggaran yang diklaim sebagai salah satu efisiensi terbesar dalam sejarah pengelolaan keuangan daerah di Sulsel.

Dana sebesar Rp3,3 triliun tersebut sebelumnya tersebar di berbagai pos belanja non-prioritas. Kini, dengan “sulap” anggaran yang cerdas, setiap rupiah dipastikan akan menyentuh kebutuhan riil masyarakat. 

Efisiensi ini dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari memangkas belanja yang dianggap tidak mendesak, menyempurnakan program-program rutin yang kurang efektif, hingga mengalihkan anggaran pegawai dan operasional yang dinilai bisa lebih dioptimalkan. Keputusan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjawab desakan dan kebutuhan warga Sulsel yang mendambakan infrastruktur jalan yang layak dan memadai.

Plt Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) sekaligus Kepala Bappelitbangda Sulsel, Setiawan Aswad, pada Senin (2/6/2025) menegaskan, “Kita pastikan setiap rupiah anggaran menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Infrastruktur jalan menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan mobilitas, ekonomi, dan pelayanan dasar.” Pernyataan ini bukan tanpa alasan. 

Jalan yang baik adalah kunci kelancaran distribusi logistik, percepatan akses ke fasilitas kesehatan dan pendidikan, serta pendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor. Fokus utama Pemprov Sulsel dalam penggunaan anggaran efisiensi ini adalah memperbaiki jalur-jalur utama dengan lalu lintas tinggi hingga sedang. 

Jalan-jalan ini memiliki peran vital karena menghubungkan pusat-pusat kegiatan ekonomi, sentra produksi, dan pelayanan publik. Dengan kondisi jalan yang mulus, diharapkan laju distribusi barang dan mobilitas warga akan semakin cepat dan efisien, mengurangi biaya logistik, serta memangkas waktu tempuh perjalanan.

Sebagai langkah awal, proyek ini telah mengucurkan dana lebih dari Rp387 miliar untuk program Preservasi Jalan Utama. Program ini merupakan bagian dari skema multiyears contract (MYC) yang dikerjakan oleh Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel. 

Secara keseluruhan, proyek ambisius ini mencakup perbaikan sepanjang 1.230 kilometer jalan provinsi. Angka ini menunjukkan skala proyek yang masif, yang diharapkan mampu memberikan dampak positif secara merata di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.

Beberapa ruas jalan prioritas yang akan digarap, terutama yang memiliki lalu lintas harian rata-rata tinggi, meliputi Jalan Hertasning dan Jalan Aroepala di Kota Makassar. Kedua ruas jalan ini dikenal sebagai jalur padat yang menjadi denyut nadi aktivitas perkotaan. 

Selain itu, Jalan Tun Abdul Razak dan Jalan HM Yasin Limpo di Kabupaten Gowa juga menjadi target utama perbaikan, mengingat perannya sebagai penghubung antara Gowa dan Makassar yang memiliki intensitas lalu lintas sangat tinggi.

Tidak hanya jalan-jalan dengan lalu lintas padat, jalan dengan lalu lintas harian sedang pun tak luput dari perhatian. Beberapa di antaranya adalah ruas Burung-burung–Bili-bili, Sungguminasa–Malino, Malino–Batas Sinjai, Panciro–Batas Kota Makassar, dan Paleteang–Malimpung–Batas Enrekang. Ruas-ruas ini, meskipun tidak sepadat jalan utama di perkotaan, memiliki peran krusial dalam menghubungkan daerah-daerah penyangga dan sentra produksi pertanian atau pariwisata. Setiawan Aswad menambahkan, “Jalan-jalan ini bukan sekadar akses lokal. 

Mereka adalah urat nadi aktivitas ekonomi, distribusi barang, dan konektivitas antardaerah. Dengan perbaikan ini, kita dorong pertumbuhan yang lebih merata.” Pernyataan ini menggarisbawahi visi besar di balik kebijakan efisiensi anggaran ini, yaitu untuk menciptakan pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di seluruh penjuru Sulsel.

Kebijakan efisiensi anggaran yang berani ini dinilai sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam mengelola keuangan daerah secara lebih efektif dan tepat sasaran. Penting dicatat, langkah ini tidak berarti memangkas layanan publik esensial, melainkan justru menguatkan fondasi pembangunan jangka panjang dengan mengalihkan fokus ke sektor yang paling mendesak dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Melalui penanganan infrastruktur jalan yang lebih merata dan terfokus, Pemprov Sulsel berharap dampak positif dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kelancaran mobilitas, pengurangan biaya logistik bagi pelaku usaha, dan peningkatan akses ke pusat-pusat layanan publik seperti rumah sakit, sekolah, atau pasar, adalah beberapa manfaat yang paling dinantikan. 

Dengan demikian, kualitas hidup masyarakat Sulsel diharapkan akan meningkat seiring dengan peningkatan kualitas infrastruktur jalan. Proyek ambisius ini menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Sulsel untuk menghadirkan pembangunan yang berpihak pada rakyat, memastikan setiap rupiah anggaran kembali kepada masyarakat dalam bentuk manfaat yang nyata.

Penulis

Related Articles

Back to top button