Stop! Kental Manis Bukan Susu Bergizi

Wamanews.id, 27 November 2025 – Produk berwarna krem yang dikenal luas sebagai “susu kental manis” telah menjadi bagian tak terpisahkan dari dapur rumah tangga di Indonesia. Namun, di balik popularitasnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan para ahli gizi terus-menerus memberikan peringatan keras: kental manis bukanlah susu dan tidak boleh digunakan sebagai pengganti minuman bergizi sehari-hari, terutama untuk anak-anak.
Peringatan ini didasarkan pada komposisi produk tersebut, yang secara teknis adalah olahan susu sapi yang telah diuapkan airnya dan ditambahkan gula dalam jumlah yang sangat besar. Proses ini awalnya ditujukan untuk pengawetan, bukan peningkatan gizi.
Fakta yang harus diwaspadai adalah kandungan gizi yang timpang. Berdasarkan daftar ingredien, gula menempati urutan pertama, yang berarti presentasenya adalah yang paling tinggi, yaitu bisa mencapai 45-55% dari total produk.
Bayangkan bahayanya: dalam satu kaleng kental manis, kandungan gulanya bisa setara dengan 10 hingga 15 sendok makan gula murni. Mengonsumsi larutan ini setiap hari sama saja dengan memberikan asupan gula ekstrem kepada anak.
Peraturan BPOM No. 31 Tahun 2018 secara tegas menyatakan bahwa kental manis tidak memenuhi standar nutrisi untuk dikategorikan sebagai susu. Karena itu, produk ini tidak dapat disetarakan dengan produk susu dan dilarang keras digunakan sebagai pengganti susu untuk anak.
Mengonsumsi kental manis sebagai minuman susu rutin, apalagi bagi bayi dan balita, membawa berbagai risiko kesehatan jangka panjang yang serius:
- Risiko Obesitas dan Diabetes: Asupan gula yang konsisten dan sangat tinggi merupakan pemicu utama kenaikan berat badan berlebih (obesitas) dan secara signifikan meningkatkan risiko anak terkena diabetes tipe 2 di usia muda atau dewasa.
- Kerusakan Gigi (Karies): Tingginya kadar gula dalam kental manis sangat mempercepat pembentukan lubang gigi, merusak kesehatan gigi anak secara permanen.
- Kebiasaan Makan Buruk: Anak akan terbiasa dengan rasa manis yang ekstrem, membuat mereka cenderung menolak makanan dan minuman yang rasanya lebih alami dan sehat.
BPOM dan ahli gizi tidak melarang total produk kental manis, namun menegaskan bahwa peruntukannya adalah sebagai bahan pelengkap makanan (food ingredient) atau pemanis, bukan minuman.
Penggunaan yang Tepat:
- Toping atau pemanis untuk pancake, roti, es buah, kopi, atau teh.
- Bahan campuran dalam pembuatan kue atau dessert.
Alternatif Susu yang Sehat: Orang tua disarankan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak melalui: ASI, Susu Formula Pertumbuhan yang sesuai usia, atau Susu UHT/Pasteurisasi plain (tanpa perisa) yang kaya protein, vitamin, dan mineral. Asupan protein juga harus didukung dari sumber lain seperti telur, ikan, tahu, dan tempe.
Konsumen, terutama orang tua, diimbau untuk selalu membaca label kemasan dan memahami peringatan wajib seperti “Tidak Untuk Pengganti ASI” dan “Tidak Cocok Untuk Bayi sampai usia 12 bulan”. Kesadaran kritis ini adalah kunci untuk melindungi generasi masa depan dari risiko kesehatan akibat salah konsumsi.





