Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

Wajo

Pemerintah Kabupaten Wajo Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Ratusan Pelajar Unjuk Aksi Budaya

Wamanews.id, 28 Oktober 2026 – Atmosfer nasionalisme dan semangat persatuan membakar semangat masyarakat di Bumi Lamaddukelleng saat Pemerintah Kabupaten Wajo menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda. Agenda tahunan yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Sengkang ini berlangsung dengan sangat khidmat sekaligus semarak, mempertemukan jajaran birokrasi, tokoh masyarakat, serta elemen kepemudaan dalam satu ikatan historis.

Prosesi upacara formal yang menjadi inti acara diawali dengan upacara pengibaran bendera Sang Merah Putih oleh pasukan pengibar bendera yang bergerak dengan disiplin tinggi. Di bawah langit Sengkang yang cerah, momentum sakral ini berhasil memusatkan perhatian ribuan pasang mata peserta upacara yang larut dalam penghormatan penuh terhadap simbol negara.

Suasana patriotik semakin menyelimuti lapangan saat perwakilan pemuda maju ke podium untuk membacakan kembali naskah Keputusan Kongres Pemuda Indonesia tahun 1928. Gemuruh pembacaan ikrar Sumpah Pemuda tersebut seakan menggaungkan kembali komitmen satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa di hadapan seluruh peserta yang hadir.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Wajo Andi Rosman, kemudian membacakan sambutan seragam Menteri Pemuda dan Olahraga. Dalam pidato yang disampaikannya, ia menekankan agar pemuda masa kini menghidupkan karakter yang patriotik, gigih, dan berempati demi kemajuan bangsa.

“Bermimpilah setinggi langit, bekerjalah sekeras mungkin. Jadilah manusia yang kuat, tetapi jangan kehilangan kelembutan hati. Generasi yang mampu berdiri tegak untuk bangsanya, sekaligus mengulurkan tangan kepada sesamanya,” pesan Menpora yang dibacakan lugas oleh Bupati Wajo.

Setelah seluruh rangkaian seremonial kenegaraan selesai ditunaikan, panggung acara langsung diambil alih oleh rangkaian kreasi seni estetis. Sesi unjuk bakat ini dibuka secara emosional melalui pembacaan puisi bertema perjuangan pemuda, yang dibawakan dengan penuh penjiwaan hingga mengundang keheningan mendalam di barisan undangan.

Nuansa lapangan kemudian berubah menjadi panggung kebudayaan yang megah lewat parade busana tradisional bertajuk pakaian adat Nusantara. Dalam sesi ini, para pelajar memamerkan keanggunan dan kegagahan baju-baju adat dari berbagai penjuru daerah di Indonesia, merepresentasikan Wajo sebagai daerah yang menghargai pluralisme bangsa.

Kemeriahan acara semakin memuncak ketika ratusan penari kolosal bentukan generasi muda Wajo memasuki area utama lapangan. Gerak tari tradisional yang dinamis berhasil disuguhkan secara apik oleh perwakilan siswa-siswi terpilih yang berasal dari SMAN 1 Wajo, SMAN 3 Wajo, SMAN 7 Wajo, dan SMKN 1 Wajo.

Kolaborasi antarsekolah ini menampilkan harmonisasi gerakan koreografi yang padu, melambangkan kuatnya sinergi antarpelajar di Kabupaten Wajo. Tepuk tangan dari tribun utama berkali-kali terdengar mengapresiasi kelincahan serta kerja keras para penari yang tampil total di bawah terik matahari.

Sebagai suguhan pemungkas yang menutup seluruh rangkaian acara, lapangan upacara diguncang oleh pertunjukan ketangkasan baris-berbaris. Aksi komprehensif tersebut berupa parade konfigurasi tongkat T dan ketangkasan menggunakan bendera semaphore.

Atraksi yang menuntut konsentrasi tinggi ini dibawakan secara apik melalui kolaborasi taktis oleh gabungan pelajar dari MA Nurul As’adiyah Callaccu, SMKN 1 Wajo, SMAN 1 Wajo, SMAN 3 Wajo, serta SMAN 7 Wajo. Formasi barisan yang rapi dan hentakan tongkat yang serentak sukses menutup pergelaran hari itu dengan decak kagum.

Bupati Wajo bersama jajaran Forkopimda yang menyaksikan dari tribun utama memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan aktif dan dedikasi luar biasa dari para pelajar. Seluruh rangkaian pertunjukan seni dan ketangkasan ini menjadi bukti nyata bahwa pemuda di Kabupaten Wajo tidak hanya kreatif, melainkan juga siap menjaga tonggak persatuan bangsa.

Penulis

Related Articles

Back to top button