Harga Cabai Rawit di Sulsel Tembus Rp110 Ribu, Bapanas Perkuat Distribusi Antardaerah

Wamanews.id, 27 Oktober 2026 – Harga cabai rawit di Sulawesi Selatan melonjak tajam dan kini menembus angka Rp110 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut dilaporkan terjadi di Kabupaten Tana Toraja, sementara di sejumlah wilayah lain di Sulsel harga berkisar Rp86 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram.
Lonjakan harga ini jauh melampaui harga acuan penjualan pemerintah yang ditetapkan Rp40 ribu hingga Rp57 ribu per kilogram. Kenaikan yang mencapai lebih dari 60 persen itu membuat cabai menjadi komoditas pemicu inflasi pangan jelang akhir tahun.
Badan Pangan Nasional merespons dengan memperkuat pengawasan distribusi. Sekretaris Utama Bapanas, Ito Hediarto, menyebut secara nasional pasokan cabai sebenarnya cukup, namun kendala utama ada pada kelancaran distribusi, terutama pengiriman melalui jalur laut ke wilayah luar Jawa.
Menurut Ito, hambatan logistik sering membuat pasokan di daerah tujuan tersendat, sehingga harga di tingkat konsumen naik meskipun harga di petani sudah turun. Saat ini harga cabai rawit di tingkat petani dilaporkan turun dari Rp60 ribu menjadi Rp42 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram dalam dua pekan terakhir.
Faktor lain yang menekan harga adalah cuaca ekstrem. Kekeringan menyebabkan tanaman cabai tidak berproduksi optimal dan panen hanya sekitar 50 persen dari kondisi normal. Kondisi ini diperparah dengan rantai pasok yang masih panjang dan melibatkan banyak tangan.
Untuk menekan gejolak harga, Bapanas mengoptimalkan dua program, yakni Gerakan Pangan Murah dan Fasilitas Distribusi Pangan. Melalui FDP, pasokan dari daerah surplus seperti Enrekang akan dimobilisasi ke wilayah yang mengalami defisit, termasuk ke Pasar Induk Kramat Jati Jakarta dan wilayah di Nusa Tenggara Barat.
Realisasi anggaran FDP hingga saat ini mencapai 69,5 persen, sehingga masih tersisa sekitar 30,5 persen yang siap disalurkan untuk daerah dengan kenaikan harga ekstrem. Daerah diminta aktif mengajukan permohonan stabilisasi pasokan dengan melampirkan data pemasok dan perkembangan harga.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat pada akhir Oktober ini cabai rawit merah secara nasional masih di angka Rp102.950 per kilogram. Cabai merah besar Rp75 ribu, cabai merah keriting Rp89.100, dan cabai rawit hijau Rp89.700 per kilogram.
Selain cabai, Bapanas juga memastikan ketersediaan beras tetap terjaga menjelang Natal dan Tahun Baru. Bersama Perum Bulog, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan serta bantuan pangan akan disalurkan setiap bulan, termasuk Desember.
Kenaikan harga cabai dirasakan paling berat oleh rumah tangga berpendapatan rendah dan pelaku usaha kecil seperti warung makan, katering, pedagang gorengan, hingga produsen sambal, karena cabai merupakan bahan pokok harian yang sulit disubstitusi.







