Sejarah Baru! Sulsel Jadi Pionir Nasional Pelatihan Komcad ASN dan Kepala Desa

Wamanews.id, 31 Maret 2026 – Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali mencatatkan tinta emas dalam sejarah pertahanan nasional. Di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, Sulsel resmi dikukuhkan sebagai pelopor atau pionir nasional dalam pelaksanaan pelatihan dasar kemiliteran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kepala desa.
Program ini merupakan bagian dari pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) Tahun Anggaran 2026, sebuah inisiatif strategis hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kementerian Pertahanan RI (Kemhan). Langkah ini diambil untuk memperkuat sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata) yang berbasis kemasyarakatan.
Upacara pembukaan pelatihan yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Gubernur Andi Sudirman Sulaiman di Markas Komando Rindam XIV/Hasanuddin, Kabupaten Gowa, pada Senin (30/3/2026). Pelatihan intensif ini dijadwalkan akan berlangsung selama dua bulan ke depan.
Tidak tanggung-tanggung, angkatan pertama Komcad dari unsur birokrasi ini melibatkan sekitar 500 ASN dan lebih dari 2.000 kepala desa yang berasal dari berbagai pelosok Sulawesi Selatan. Mereka diproyeksikan menjadi barisan pertama yang membuktikan bahwa bela negara bukan hanya tugas militer aktif, melainkan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.
“Alhamdulillah, hari ini kita telah membuka pelatihan dasar kemiliteran dari jajaran ASN dan kepala desa. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua bulan sebagai bentuk sinergi nyata antara Pemprov Sulsel dan Kementerian Pertahanan,” ujar Andi Sudirman saat ditemui usai upacara.
Gubernur menjelaskan bahwa fokus utama program ini adalah menyiapkan cadangan strategis dari unsur ASN, khususnya mereka yang berusia di bawah 35 tahun. Kelompok usia ini dinilai memiliki energi dan semangat yang prima untuk dibekali kemampuan dasar militer serta kedisiplinan tinggi.
Pelaksanaan Komcad di Sulawesi Selatan memiliki makna historis yang sangat mendalam bagi Indonesia. Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kemhan RI, Gabriel Lema, menegaskan bahwa pemilihan Sulsel sebagai lokasi perdana bukanlah tanpa alasan.
“Dalam amanat Bapak Menhan (Sjafrie Sjamsoeddin), sudah sangat jelas bahwa Komcad ini menempatkan Sulawesi Selatan sebagai ujung tombak, pionir, sekaligus pembuka kegiatan ini secara nasional. Ini adalah bagian dari sejarah nasional kita,” tegas Gabriel Lema.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa setelah 80 tahun kemerdekaan Indonesia, sistem pertahanan berbasis bela negara yang diamanatkan oleh undang-undang kini mulai diwujudkan secara terstruktur dan masif, dimulai dari tanah Sulawesi Selatan.
Program ini juga merupakan perwujudan dari visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sistem pertahanan nasional. Dengan membekali kepala desa dan ASN, pemerintah berharap nilai-nilai patriotisme dan kesadaran bela negara dapat meresap hingga ke level akar rumput (grassroots).
Kepala desa, sebagai garda terdepan pelayan masyarakat, diharapkan dapat membawa semangat disiplin militer ke dalam tata kelola pemerintahan desa. Sementara bagi ASN, program ini menjadi pengingat bahwa loyalitas kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsi. Program ini akan menjadi bagian penting dalam membekali masyarakat dengan jiwa patriotisme. Hari ini sejarah nasional dimulai dari Sulawesi Selatan, untuk NKRI,” pungkas Letjen TNI Gabriel Lema.
Dengan dimulainya pelatihan ini, Sulawesi Selatan tidak hanya sekadar menjadi daerah administratif, tetapi bertransformasi menjadi benteng pertahanan ideologi dan fisik yang siap mendukung kedaulatan bangsa di masa depan.







