Revitalisasi Terminal Daya Makassar, Disulap Jadi Pusat Logistik Modern Lengkap dengan SPBU

Wamanews.id, 9 Oktober 2026 – Perumda Terminal Makassar Metro menyiapkan transformasi besar-besaran Terminal Regional Daya. Terminal yang memiliki lahan seluas 12 hektare itu akan diubah menjadi kawasan bisnis terpadu.
Proyek ini tidak hanya mempertahankan fungsi terminal sebagai pusat transportasi, tetapi juga akan dikembangkan sebagai pusat logistik dan ekspedisi barang, sentra UMKM, hingga dilengkapi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, mengatakan revitalisasi ini bertujuan untuk menghidupkan kembali aktivitas terminal agar beroperasi penuh dari pagi hingga malam hari.
Dihimpun dari salah satu media berita Kabar Makassar. Com dimana Menurutnya, selama ini pemanfaatan lahan terminal belum optimal. Melalui konsep baru, pihaknya ingin menjadikan Terminal Daya sebagai kawasan produktif yang mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami menyiapkan konsep time sharing atau pembagian waktu operasional. Lahan terminal yang luas ini akan dioptimalkan fungsinya agar aktivitas kawasan berlangsung produktif sepanjang hari,” ujar Elber dalam penjelasannya.
Dalam perencanaan yang telah disusun, operasional terminal akan dibagi dua zona waktu. Pada pagi hingga sore hari, kawasan difokuskan sebagai hub logistik, pusat ekspedisi barang, dan terminal feeder atau angkutan penghubung.
Sementara pada sore hingga malam hari, Terminal Daya akan kembali pada fungsi utamanya, yakni melayani angkutan penumpang Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).
Salah satu magnet utama dalam proyek ini adalah rencana pembangunan SPBU di area depan terminal, tepat di samping Polsek. Keberadaan SPBU diyakini akan menarik kendaraan angkutan dan kendaraan umum untuk masuk ke dalam kawasan terminal.
Selain pembangunan fisik, modernisasi juga dilakukan pada sektor pelayanan. Perumda Terminal menyiapkan aplikasi digital bernama Appilei untuk memudahkan masyarakat memesan tiket secara online, sekaligus mendorong transparansi pengelolaan pendapatan terminal.
Penataan kawasan juga akan dilengkapi zonasi usaha. Relokasi perusahaan ekspedisi ke dalam terminal ditargetkan mulai berjalan pada 2026. Di dalamnya juga akan dibangun kawasan UMKM bernama Abbalanja, pusat kuliner, dan fasilitas olahraga bagi warga.
Saat ini, dokumen rencana pengembangan kawasan terpadu tersebut telah ditandatangani oleh Dewan Pengawas Perumda Terminal. Dokumen tersebut kini sedang dalam tahap telaah di Bagian Perekonomian Pemerintah Kota Makassar untuk finalisasi sebelum pelaksanaan fisik dimulai.







