Aktifkan notifikasi untuk dapat update setiap hari!

SulSel

Program Makan Bergizi Gratis di Sulsel Tetap Terlaksana Selama Ramadan

Wamanews.id, 4 Februari 2026 – Kedatangan bulan suci Ramadan sering kali diikuti dengan penyesuaian berbagai program pemerintah, terutama yang berkaitan dengan aktivitas sekolah. Namun, ada kabar baik bagi masyarakat Sulawesi Selatan: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tidak akan libur. Meski mayoritas peserta didik menjalankan ibadah puasa, pemerintah telah menyiapkan strategi khusus agar pemenuhan nutrisi tetap berjalan tanpa gangguan.

Kepala Kantor Pelayanan Gizi (KPPG) Makassar, Handayani, menegaskan bahwa komitmen pemerintah dalam memperbaiki gizi masyarakat tetap menjadi prioritas utama, bahkan di bulan Ramadan sekalipun. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa target penurunan angka stunting dan perbaikan kualitas kesehatan masyarakat Sulsel tidak kehilangan momentum.

Salah satu tantangan utama menjalankan program pemberian makan di bulan Ramadan adalah fakta bahwa sebagian besar sasaran, yaitu siswa sekolah, sedang menjalankan ibadah puasa. Menanggapi hal ini, KPPG Makassar akan menerapkan skema “Menu Kering”.

“Untuk saat ini masih sama seperti mekanisme tahun lalu. Selama Ramadan, menu MBG yang diberikan akan berupa menu kering,” jelas Handayani saat ditemui di Makassar, Selasa (3/2/2026).

Menu kering ini dirancang agar memiliki daya simpan yang lebih lama namun tetap mengacu pada standar gizi yang ketat. Dengan format ini, paket makanan tetap dapat dibagikan kepada peserta didik untuk kemudian dibawa pulang dan dinikmati sebagai santapan bergizi saat waktu berbuka puasa (iftar) maupun saat makan sahur. Strategi ini dinilai paling efektif agar bantuan pangan tidak mubazir dan tetap memberikan dampak kesehatan yang optimal bagi anak-anak.

Terkait jadwal operasional di lingkungan sekolah, Handayani mengakui bahwa pihaknya masih bersifat dinamis. Penyaluran MBG di sekolah sangat bergantung pada kalender pendidikan dan kebijakan libur awal Ramadan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

“Mengenai jadwal libur sekolah di awal Ramadan, kami masih menunggu arahan terbaru dari pusat. Ini kami pantau terus agar penyaluran bisa langsung menyesuaikan dengan kondisi di lapangan,” tambahnya.

Meski demikian, masyarakat tidak perlu khawatir. KPPG Makassar telah menyiapkan skenario cadangan jika sewaktu-waktu sekolah diliburkan dalam durasi yang cukup lama. Fokus penyaluran akan segera dialihkan ke jalur non-sekolah guna memastikan roda program tetap berputar.

Satu hal yang menarik dari kebijakan MBG tahun 2026 ini adalah ketahanannya terhadap jadwal libur sekolah. Handayani menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga kelompok rentan lainnya yang tetap membutuhkan asupan nutrisi tanpa terikat kalender akademik.

Pihaknya memiliki kelompok sasaran prioritas yang disebut sebagai Sasaran 3B, yang meliputi:

  1. Ibu Hamil: Untuk mencegah risiko bayi lahir stunting.
  2. Ibu Menyusui: Memastikan kualitas ASI tetap terjaga selama menjalankan puasa.
  3. Balita non-PAUD: Anak-anak di bawah lima tahun yang belum memasuki jenjang pendidikan anak usia dini.

“Kami punya sasaran 3B. Jadi program tetap berjalan jika sasaran pada peserta didik libur. Kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita ini akan terus mendapatkan suplai nutrisi secara rutin selama Ramadan hingga menjelang libur Lebaran,” tegas Handayani.

Keberlanjutan program MBG di tengah bulan Ramadan ini diharapkan dapat menjadi penyangga kesehatan bagi keluarga kurang mampu di Sulawesi Selatan. Dengan tetap tersalurnya asupan protein dan vitamin yang cukup, diharapkan daya tahan tubuh masyarakat khususnya ibu dan anak tetap terjaga meski sedang membatasi makan dan minum di siang hari.

Pihak KPPG Makassar juga berjanji akan terus melakukan pengawasan kualitas makanan yang dibagikan. Mengingat cuaca yang terkadang tidak menentu, pemilihan bahan dalam “menu kering” akan dipantau secara ketat agar tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dari sisi higienitas.

Dengan langkah proaktif ini, Ramadan 2026 di Sulawesi Selatan tidak hanya menjadi bulan peningkatan spiritualitas, tetapi juga bulan penguatan ketahanan fisik bagi generasi masa depan bangsa. 

Penulis

Related Articles

Back to top button