Drama ‘Cairan Cabai’ di Sengkang: Istri Sah Botaki Biduan Terduga Pelakor

Wamanews.id, 18 Februari 2026 – Jagat maya, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan, kembali dihebohkan dengan aksi nekat seorang perempuan yang diduga adalah istri sah. Tak mampu lagi membendung amarah akibat dikhianati, sang istri melakukan aksi labrak yang terbilang ekstrem di sebuah kafe di Kota Sengkang, Kabupaten Wajo. Video insiden tersebut kini tersebar luas dan memicu perdebatan panas di kalangan warganet.
Mendidihnya emosi sang istri sah dipicu oleh temuan bukti perselingkuhan suaminya dengan seorang wanita yang berprofesi sebagai biduan. Tanpa basa-basi, sang istri bersama seorang rekannya mendatangi lokasi tempat terduga wanita idaman lain (WIL) itu berada untuk memberikan “pelajaran” yang tak terlupakan.
Suasana sebuah kafe di Sengkang yang awalnya tenang mendadak mencekam saat sang istri sah masuk dengan langkah terburu-buru. Dalam rekaman video yang beredar, ia langsung menghampiri wanita yang diduga sebagai pelakor tersebut.
Bukan hanya sekadar teguran lisan atau adu mulut, istri sah tersebut membawa alat “tempur” berupa gunting dan cairan cabai halus.
Dengan gerakan cepat, ia mulai menggunting paksa rambut sang biduan hingga terlihat berantakan. Tak berhenti di situ, wajah wanita tersebut juga disiram dengan air cabai halus yang membuat suasana semakin ricuh.
Sambil meluapkan emosinya, terdengar suara istri sah yang mengungkit-ungkit masalah yang terjadi di daerah Belopa.
“Apa kuambil di sini, di Belopa? Apa nuambil di Belopa he? Kubaca semua chat-mu!” teriak sang istri sah sembari terus menggunting rambut sang wanita tersebut.
Kalimat tersebut mengindikasikan bahwa sang istri telah mengantongi bukti-bukti kuat berupa percakapan pesan singkat (chat) yang menunjukkan adanya hubungan gelap antara suaminya dan sang biduan sejak mereka berada di Belopa.
Seperti yang sudah diduga, video viral ini langsung menjadi konsumsi publik dan memancing ribuan komentar. Reaksi warganet terbagi menjadi tiga kubu besar: mereka yang mendukung aksi sang istri, mereka yang menyalahkan suami, dan mereka yang mengkhawatirkan konsekuensi hukum.
1. Kubu Pendukung “Istri Sah” Banyak netizen yang merasa puas melihat aksi berani tersebut karena dianggap sebagai balasan yang setimpal atas rusaknya rumah tangga seseorang.
- “Puas banget nontonnya. Sesuai harapan,” tulis akun Deaghiesto.
- “Saya dukungki 100 persen istri SAH,” tambah akun lainnya dengan emoji tepuk tangan.
2. Kubu “Salahkan Suaminya” Tak sedikit pula yang mengingatkan bahwa perselingkuhan terjadi karena adanya andil dari sang suami.
- “Duh, gimana yaa,, tapi suami mu juga jangan lupa di kasih pelajaran ya kak, segatel apa perempuan kalau lakinya ga respon ya ga bakal terjadi perselingkuhan,” komentar akun annura_craft.
3. Kubu “Waspada Jalur Hukum” Beberapa netizen yang lebih rasional justru mengkhawatirkan nasib sang istri sah. Sebab, aksi kekerasan fisik dan penganiayaan di depan umum dapat berbalik menjadi bumerang hukum.
- “Jangan mau damai, lapor polisi aja wkwk, sudah masuk unsur pidana kekerasan,” ujar akun paseoighshop.
- “Istri sah bisa jadi tersangka!!!” tulis adietyaberbatov mengingatkan.
Kasus ini menambah daftar panjang fenomena “main hakim sendiri” dalam urusan rumah tangga di Indonesia. Meskipun secara moral masyarakat sering berpihak pada istri yang dikhianati, namun secara hukum, tindakan kekerasan fisik seperti mencukur rambut orang lain dan menyiramkan zat berbahaya (seperti cabai) ke wajah dapat dijerat dengan pasal penganiayaan.
Pihak kepolisian setempat pun diharapkan segera turun tangan untuk memediasi atau menindaklanjuti laporan jika ada pihak yang merasa dirugikan secara fisik dan nama baik. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai laporan polisi dari kedua belah pihak.
Fenomena ini menjadi pengingat bagi setiap pasangan bahwa transparansi dan komunikasi dalam rumah tangga adalah kunci. Di sisi lain, luapan emosi yang tidak terkontrol, betapapun benarnya posisi kita, dapat berujung pada masalah hukum yang lebih rumit di kemudian hari.







