Demo Luwu Raya di Kantor Gubernur Sulsel Berakhir Ricuh: 7 Satpol PP Luka, ATM dan Pagar Hancur

Wamanews.id, 13 Januari 2026 – Kondisi mencekam menyelimuti Kantor Gubernur Sulawesi Selatan yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, pada Senin (12/1/2026) sore. Aksi unjuk rasa yang awalnya berlangsung damai terkait tuntutan pemekaran wilayah Luwu Raya berubah menjadi kericuhan besar. Akibat insiden ini, sedikitnya tujuh personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sulsel dilaporkan mengalami luka-luka dan sejumlah fasilitas negara mengalami kerusakan cukup parah.
Kericuhan dipicu saat massa aksi yang diperkirakan berjumlah ratusan orang mencoba merangsek masuk ke dalam kompleks kantor gubernur. Massa yang datang membawa aspirasi mengenai pembentukan Provinsi Luwu Raya tersebut diduga tidak puas karena tidak mendapatkan akses untuk bertemu langsung dengan pemangku kebijakan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, ketegangan mulai meningkat saat massa aksi mulai melakukan dorong-dorongan pada pagar utama Kantor Gubernur Sulsel. Personel Satpol PP yang berjaga di balik pagar berusaha menahan laju massa agar tidak masuk ke area vital pemerintahan. Namun, situasi semakin tidak terkendali ketika massa mulai melancarkan aksi lempar batu ke arah petugas dan gedung kantor.
Kasatpol PP Sulsel, Arwin Azis, mengungkapkan bahwa massa aksi seolah sengaja memancing emosi petugas. Meskipun dihujani lemparan batu dan benda tumpul lainnya, Arwin menegaskan bahwa personelnya tetap berusaha tenang dan tidak melakukan tindakan balasan yang berlebihan guna menghindari jatuhnya korban dari pihak masyarakat di luar pagar.
“Sepertinya kan mau memancing kita. Tapi kita tidak terpancing, karena kalau kami terpancing masyarakat juga kena dampak di luar,” tutur Arwin Azis saat memberikan keterangan kepada awak media pada Senin petang.
Dampak dari lemparan batu yang masif tersebut sangat fatal bagi para petugas yang berada di barisan terdepan. Hingga Senin malam, tercatat ada tujuh anggota Satpol PP Sulsel yang harus dilarikan ke poliklinik Kantor Gubernur untuk mendapatkan pertolongan medis segera.
Arwin Azis menjelaskan bahwa rata-rata personelnya mengalami luka robek di bagian kepala dan tangan akibat hantaman batu yang dilemparkan dari luar pagar. Luka-luka tersebut cukup dalam sehingga memerlukan tindakan penjahitan oleh tim medis. “Ini saya masih di poliklinik kantor Gubernur, ada 7 orang luka-luka kena lemparan batu, semua rata-rata luka robek dan dijahit,” jelasnya dengan nada prihatin.
Selain jatuhnya korban luka dari pihak petugas, unjuk rasa ini juga meninggalkan jejak kerusakan fisik yang signifikan di area Kantor Gubernur Sulsel. Pagar utama yang menjadi pembatas antara massa dan area kantor dilaporkan rusak parah akibat didorong secara paksa oleh peserta aksi.
Tak hanya itu, fasilitas perbankan yang ada di area kantor gubernur juga tak luput dari amukan massa. Kaca-kaca pada gerai Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Sulselbar pecah berantakan terkena hantaman batu. Puing-puing kaca berserakan di sekitar lokasi, menunjukkan betapa anarkisnya situasi pada sore tersebut.
“Pagar itu rusak parah, belum lagi ATM dari Bank Sulselbar pecah-pecah kacanya semua itu dilempari mereka dari luar,” papar Arwin Azis. Ia sangat menyayangkan tindakan massa yang merusak fasilitas umum yang sejatinya diperuntukkan bagi pelayanan masyarakat.
Menyikapi tindakan anarkis dan jatuhnya korban luka di pihak personel Satpol PP, Arwin Azis menegaskan tidak akan tinggal diam. Pihaknya berencana menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian ini ke Polsek setempat. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pimpinan atas keselamatan anggotanya yang sedang menjalankan tugas negara.
“Kami sudah siap-siap ini mau ke Polsek mau laporan. Dengan membawa korban-korbannya sebagai bukti,” imbuh Arwin. Ia berharap pihak kepolisian dapat mengidentifikasi oknum-oknum provokator yang memulai aksi pelemparan tersebut sehingga kericuhan bisa terjadi.
Arwin mengingatkan bahwa setiap aspirasi seharusnya disampaikan dengan cara yang baik dan sesuai dengan mekanisme aturan yang berlaku. “Masuk kantor gubernur baik-baiklah. Ada aturannya, bukan dengan cara memaksa atau merusak,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Kantor Gubernur Sulsel sudah mulai kondusif meski sisa-sisa batu dan puing kaca masih terlihat di sekitar lokasi. Pihak keamanan masih melakukan penjagaan ketat guna mengantisipasi adanya aksi susulan.







