Pria Mati Otak Gara-Gara Air Kelapa! Waspada, Begini Ciri-Ciri Kelapa Beracun

Wamanews.id, 13 April 2025 – Kasus tragis datang dari Denmark, di mana seorang pria berusia 69 tahun mengalami kematian otak hanya dalam hitungan jam setelah menenggak air kelapa basi yang ternyata mengandung racun mematikan. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat dunia, termasuk di Indonesia yang menjadikan air kelapa sebagai minuman populer, bahwa tidak semua air kelapa aman dikonsumsi.
Pria tersebut awalnya hanya merasa sedikit tidak nyaman setelah menyesap air kelapa menggunakan sedotan. Menurut laporan jurnal Emerging Infectious Diseases tahun 2021 yang dikutip oleh Detikhealth, air kelapa itu rupanya sudah disimpan selama lebih dari sebulan di dapurnya dan kondisinya telah rusak.
Merasa rasanya aneh, pria itu kemudian membuka kelapanya dan mendapati bagian dalamnya berlendir, membusuk, dan mengeluarkan bau tidak sedap. Ia pun membuang sisa kelapa tersebut. Namun, sayangnya, kerusakan sudah mulai terjadi di dalam tubuhnya.
Setelah meminum air kelapa tersebut, pria itu mulai berkeringat, mengalami mual hebat, dan menunjukkan tanda-tanda lemas. Ketika tim medis tiba, kondisinya sudah mengkhawatirkan kulit pucat, tubuh limbung, dan kesadaran menurun drastis.
Setibanya di rumah sakit, hasil pemindaian MRI menunjukkan pembengkakan otak yang sangat parah. Meski telah ditangani secara intensif oleh tenaga medis, hanya dalam 26 jam sejak masuk rumah sakit, pria tersebut dinyatakan mengalami mati otak.
Otopsi menemukan adanya infeksi jamur langka di tenggorokannya. Setelah dianalisis lebih lanjut, jamur tersebut diidentifikasi sebagai Arthrinium saccharicola, sejenis jamur yang berkembang pada makanan busuk seperti kelapa yang disimpan terlalu lama.
Yang lebih mengerikan, jamur ini menghasilkan racun bernama asam 3-nitropropionat (3-NPA), senyawa berbahaya yang diketahui menyerang sistem saraf pusat dan otak, menyebabkan kerusakan jaringan saraf hingga titik fatal.
“Senyawa ini sangat beracun dan sampai saat ini belum ditemukan penawarnya secara medis,” tulis jurnal tersebut.
Kasus ini mengundang perhatian para ahli kesehatan dan gizi untuk lebih gencar mengedukasi masyarakat soal keamanan makanan dan minuman, khususnya produk alami seperti air kelapa.
Air kelapa yang terlihat keruh, berbau menyengat, berlendir, atau rasanya tidak segar sebaiknya segera dibuang, tidak peduli seberapa kecil jumlah yang dikonsumsi.
🧃 Tips Aman Mengonsumsi Air Kelapa:
- Periksa Warna dan Aroma – Air kelapa segar biasanya bening atau sedikit keruh dan beraroma manis. Jika berbau asam atau menyengat, segera buang.
- Jangan Simpan Terlalu Lama – Meski kelapa terlihat utuh, penyimpanan lebih dari dua minggu tanpa pendingin bisa menyebabkan jamur berkembang di dalamnya.
- Hindari Mengonsumsi Air Kelapa dari Kelapa Pecah atau Retak – Celah pada kulit kelapa memungkinkan kontaminasi mikroorganisme dari luar.
- Gunakan Air Kelapa Segar – Bila memungkinkan, pilih air kelapa yang baru dipetik atau dipotong langsung dari pohonnya.
Meskipun kasus seperti ini tergolong langka, dampaknya sangat serius. Kombinasi antara jamur beracun dan keterlambatan penanganan bisa berujung pada kematian. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak menganggap remeh minuman alami, termasuk air kelapa, jika sudah menunjukkan tanda-tanda rusak.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa kehati-hatian dalam memilih makanan dan minuman adalah langkah awal dalam menjaga kesehatan, bahkan nyawa.







